Sabtu, 05 Januari 2013

Ayam Tangkap

       Orang Aceh paling sering duduk di warung-warung kopi, sambil menimati goreng pisang para penduduk, biasanya pria, meminum kopi Aceh yang terkenal itu. Kopi Aceh memang terkenal, bahkan sampai mancanegara. Ada orang yang sengaja ke Aceh hanya sekedar untuk meminum atau membeli kopi Aceh. Selain meminum kopi, makanan yang enak di Aceh adalah Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh dan lain-lain.

Kopi Aceh
Pada zaman dahulu, bahkan ada sampai sekarang, masyarakat aceh memasak dengan sebuah tungku api besar. Wajannya juga besar. Biasanya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh kaum perempuan.

Sebuah rumah makan di Aceh biasanya mirip dengan rumah makan Padangh, apa yang dimakan, itu yang dibayar, namun semua makanan disajikan semuanya diatas meja. Dari sekian banyak jenis makanan di menu, yang paling favorit dan khas dari restaurant adalah Ayam Tangkap nya. Ayam goreng yang sangat kering yang digoreng kering bersama cabe hijau India dan daun-daun bambu, daun jeruk, daun temuruy, dan daunnya bisa dimakan.. krekessss....krekes.... yummy.... yummy...Karena sangat kering, ayam tangkap tahan beberapa hari, sehingga orang-orang banyak datang ke restauran untuk membelinya sebagai oleh-oleh khas Aceh dalam box khusus.
Ayam Tangkap
     Kenapa diberi nama Ayam Tangkap. Menurut beberapa para pemilik rumah makan yang menyediakan Ayam Tangkap, nama ini diberikan karena dulunya penemu pertama masakan ini harus menangkap ayamnya terlebih dahulu  sebelum ayamnya diolah. Memang agak unik dan membingungkan, tapi begitulah kira-kira asal-muasal nama masakan ini.
Kebiasaan menyantap ayam tangkap sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
Ayam Tangkap ini menggunakan ayam kampung dalam masakannya. Selain ayam kampung masakan ini juga menggunakan banyak bahan dan bumbu diantaranya:

Bahan:
1 ekor ayam
1 liter minyak goring
8 tangkai daun salam koja
4 lembar daun pandan, iris kasar
1 cangkir air matang
2 buah cabai hijau

Bumbu:
3 siung bawang putih
3 buah bawang merah
5 buah cabe rawit
1 ruas ibu jari kunyit
1 ruas ibu jari jahe
1 sdt garam
Air asam jawa secukupnya.

Cara membuat:
- Potong ayam menjadi 24-30 potongan kecil, kemudian cuci bersih. Bila perlu, remas-remas dengan air perasan jeruk nipis.
- Haluskan semua bumbu, campur dengan 200 ml air batang.
- Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu dan rendam selama 10 menit.
- Panaskan minyak diwajan besar sampai benar-benar mendidih. Goreng ayam sampai kecoklatan.
- Semua ayam harus tenggelam kedalam minyak dan jangan sampai terlalu berhimpitan satu sama lain. Untuk hasil terbaik, gunakan wajan yang besar, dengan 2 liter minyak goring. Atau jangan menggoreng sekaligus melainkan sedikit demi sedikit.
- Menjelang ayam matang, masukkan irisan bawang merah, daun salam koja, daun pandan, dan cabe hijau. Teruskan menggoreng sekitar tiga menit lagi.
- Angkat, tiriskan, dan segera hidangkan dalam keadaan panas.

Di beberapat tempat, masakan ini dijuluki juga dengan istilah ayam tsunami dikarenakan masakan ini biasanya disajikan dengan ditebarkan di piring seperti ketidakteraturan setelah bencana tsunami.




0 komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan cerdas dan bijak.Diharapkan anda tidak berkomentar dengan komentar yang berbau sara,rasis,dll
Terima kasih