11 Masjid Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat muslim.Banyak sekali kita temukan masjid-masjid yang mempunyai desain serta bentuk yang unik dan indah.Kali ini kami rangkum 11 masjid terindah di dunia...

Filosofi Ruangan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang dan peringatan peristiwa bencana TSUNAMI yang melanda aceh pada tahun 2004 silam. Aceh membangun sebuah museum yang didirikan oleh arsitekutr bernama Ridwan Kamil asal Indonesia ini...

Legenda Tapak Tuan

Konon di zaman dulu kala,di Aceh Selatan hiduplah seorang manusia yang bertubuh besar dan tinggi sebesar 7 meter.Sepanjang hari ia hanya bertapa sambil berzikir didalam gua,ia dijuluki Tuan Tapa...

11 Stadion Terbaik di Indonesia

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion...

Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah salah satu makanan khas Aceh,ingin tahu seperti apa sih bubur kanji rumbi serta resepnya?Mari kita...

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Benarkah Jangan Berbuka Puasa yang Manis-Manis?

Dibulan ramadhan ini beberapa kali saya mendapatkan email berisi tentang larangan berbuka dengan yang manis-manis. Di tulisan tersebut dijelaskan bahwa berbuka puasa dengan makanan/minuman manis, justru tidak baik untuk kesehatan. Alasannya adalah kurma yang dimakan nabi adalah rhutab yang mengandung karbohidrat kompleks (polisakarida) dan bukan karbohidrat sederhana seperti gula pada makanan manis. Selain itu juga dijelaskan bahwa makanan manis justru tidak baik bagi kesehatan dan dapat mengakibatkan berbagai penyakit sehubungan dengan naiknya kadar gula darah dan kegemukkan.
Sebetulnya sejak dari ramadhan tahun lalu artikel ini beredar. Selain email, banyak para blogger yang juga memasukkan tulisan ini ke dalam blog mereka. Dan sekarang sudah semakin banyak dan dianggap sebagai suatu kebenaran.
Tapi apakah betul berbuka puasa dengan yang manis-manis menggangu kesehatan? Saya pribadi tidak sependapat dengan isi tulisan tersebut. Ada beberapa hal yang menurut saya salah. Sebetulnya benar, namun salah penerapan dalam pemaknaan.
Pertama. Tentang kandungan karbohidrat kompleks dalam kurma. Kurma yang dimakan oleh nabi adalah jenis rhutab. Setau saya jenis ini rasanya manis. Dan karbohidrat yang memiliki rasa manis biasanya adalah karbohidrat sederhana (gula). Misalnya glukosa, fruktosa, sukrosa (gula pasir), dan lainnya (pada buah biasanya fruktosa). Sedangkan karbohidrat kompleks (polisakarida) tidak berasa manis. Karbohidrat kompleks biasa terdapat pada nasi, kentang, singkong, ubi, roti, jagung, dan lainnya. Katakanlah nasi. Nasi kaya akan karbohidrat kompleks. Apakah nasi manis? Tidak. Tapi perhatikan. Bila kita mengunyah nasi sedikit lebih lama, maka nasi akan berasa manis. Hal ini karena karbohidrate kompleks sudah terpecah menjadi gula sederhana oleh enzim amilase yang ada dalam air liur. Jadi saya tidak sependapat bahwa kurma mengandung karbohidrat kompleks.
Kedua. Dikatakan bahwa berbuka puasa dengan makanan manis yang mengandung gula sederhana adalah tidak baik. Hal ini dihubungkan dengan kadar gula darah yang akan melonjak tinggi dan fenomena kegemukan (obesitas). Memang benar makanan/minuman yang mengandung kadar gula tinggi akan meningkatkan kadar gula darah dan meningkatkan penimbunan lemak mengakibatkan obesitas. Tapi ada yang luput disini. Perlu diingat, Rasulullah mencontohkan hanya satu dua butir kurma. Dan satu dua butir kurma tidak akan menggemukkan dan meningkatkan kadar gula darah secara ekstrim. Mungkin akan menyebabkan masalah bila berbuka puasa langsung menghabiskan kurma sebanyak satu kilogram.
Ketiga. Karena satu hari penuh kekurangan energi tidak makan minum saat berpuasa, dibutuhkan satu asupan makanan yang mampu menyediakan energi secara instant dan cepat diserap tubuh. Makanan atau minuman manis adalah solusi terbaik. Gula sederhana dapat dengan cepat menggantikan energi yang hilang dan cepat diserap tubuh. Sehingga berbuka puasa dengan makanan/minuman yang manis adalah pilihan terbaik. Tentu saja dengan catatan semuanya jangan berlebih. Satu dua butir kurma cukup menyediakan energi yang cepat bagi tubuh.
Jadi, alasan pelarangan berbuka dengan yang manis-manis tidaklah tepat, terlalu dicari dan dihubung-hubungkan. Berbuka puasa dengan yang manis seharusnya dijadikan kebiasaan yang baik. Namun jangan berlebihan.

Rabu, 10 Juli 2013

Bubur Kanji Rumbi:Menu Berbuka Puasa Khas Aceh + Resep

Bubur Kanji Rumbi
Bubur Kanji Rumbi

Ramadhan telah tiba,itu artinya akan banyak jajanan-jajanan yang bermunculan di sore hari sebagai menu berbuka puasa.Jika anda mengunjungi Banda Aceh anda harus mencoba menu bubur ayam khas Aceh. Kota Serambi Mekah ini punya kanji rambi yang sangat lezat. 


Aceh adalah provinsi di timur Indonesia yang kaya akan ragam kulinernya. Untuk menu berbuka puasa, Aceh punya kanji rumbi yang sangat lezat. Bubur yang diolah dengan menggunakan beras dan racikan bumbu khas Aceh ini terasa sangat pas untuk berbuka puasa.


Kanji rumbi sendiri merupakan sejenis bubur ayam yang dicampur dengan rempah-rempah khas Aceh seperti merica, jintan, adas, kembang lawang, kapulaga, jahe, daun pandan dan masih banyak bumbu dan rempah lainnya. Karena banyaknya bumbu dan bahan yang dipakai maka bubur ini dikenal dengan bubur dengan 40 macam bumbu


Selain sedap dan nikmat, kanji rumbi juga berkhasiat sebagai obat untuk menghilangkan angin dalam tubuh. Sehingga kita bisa tetap sehat dan bugar. Ada beberapa masjid yang menyediakan menu buka puasa yang sangat lezat ini, salah satunya mesjid Al-Furqon kelurahan Beurawe, Banda Aceh. Setiap pukul 2 siang di bulan Ramadhan, panitia sudah berkumpul menyiapkan kanji rumbi untuk berbuka.

Berikut resep Bubur Kanji Rumbi(Versi Justtryandtaste.com)

Bahan:
- 1/4 kg beras
- 1/2 ekor ayam
- 250 gram udang
- 1 1/2  liter air

Bumbu:
- 2 bonggol bawang putih, cincang halus
- 2 - 3 sendok makan margarine
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
- 1/2  sendok makan garam
- 1 sendok teh merica bubuk

Bumbu yang dibungkus oleh kain:
- 1 sendok makan ketumbar, tumbuk kasar
- 1 sendok teh merica, butiran
- 1/2 sendok teh adas/jinten manis
- 2 buah pekak/kembang lawang
- 5 butir cengkeh
- 1 batang kayu manis
- 5 butir kapulaga
- 1/2 buah biji pala,memarkan

Pelengkap:
- Daun seledri cincang halus
- Bawang merah goreng  

Cara Membuat:


Siapkan panci, masukkan ayam dan 1 1/2 liter air. Rebus ayam bersama dengan 1/4 porsi bawang putih hingga empuk dan matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan kaldunya. Suwir-suwir daging ayam dan buang tulangnya.

Masukkan udang ke dalam kaldu bekas merebus ayam, rebus udang bersama dengan 1/4 porsi bawang putih hingga matang kemerahan. Angkat dan tiriskan. Sisihkan kaldunya. Kupas kulit udang dan potong-potong dadu dagingnya. 

 

Siapkan wajan, sangrai beras hingga kekuningan, dinginkan dan cuci bersih. Masak beras bersama kaldu ayam dan udang serta bumbu yang dibungkus hingga menjadi bubur. Jika kurang air, tambahkan menggunakan air biasa. 

 

Siapkan wajan, panaskan margarine, tumis sisa bawang putih dan daun pandan hingga harum. Masukkan suwiran ayam dan udang rebus.  Aduk sebentar hingga harum. Tuangkan tumisan ke dalam bubur beserta minyak tumisannya, tambahkan garam, kaldu bubuk dan merica bubuk sesuai selera. Cicipi rasanya. 


Angkat bubur dan hidangkan panas-panas dengan taburan bawang merah goreng dandaun seledri cincang.Bubur Kanji Rumbi siap dinikmati :)


Bagi masyarakat Aceh, kanji rumbi tidak asing disajikan apalagi pada saat bulan Ramadhan tiba. Hidangan ini sering digunakan sebagai makanan pembuka kala buka puasa. Di beberapa kabupaten di Aceh, kanji rumbi dimasak dalam satu kuali besar dimana porsinya cukup untuk seluruh warga. Pekerjaan memasak kanji rumbi di bulan Ramadhan merupakan rangkaian ibadah yang dilakukan oleh juru masak spesialis kanji tanpa dipungut biaya. Waktu yang diperlukan untuk memasak bubur ini berkisar antara dua hingga tiga jam.


Umumnya pembuatan kanji dan bahan-bahan untuk membuatnya merupakan hasil swadaya dan sumbangan masyarakat setempat. Mulai dari beras sebagai bahan utama kanji, ayam, udang dan rempah-rempah yang digunakan. Menjelang berbuka, masyarakat akan datang sambil membawa wadah makanan masing-masing untuk mengambil kanji dan menyantapnya di rumah saat berbuka puasa tiba

Marhaban ya Ramadhan,di bulan yang suci ini penulis mohon maaf bila ada postingan dalam blog ini yang kurang berkenan dihati para pembaca.
Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah swt.Amin

Sumber:


Kamis, 07 Februari 2013

Arti Lambang Kota Banda Aceh


Alhamdulillah,setelah lama tidak menulis artikel lagi.Di kesempatan kali ini saya masih diberi kesehatan untuk memposting lagi setelah beberapa hari ini Tugas Menumpuk dan juga banyak ulangan.Nah,kali saya akan membahas tentang arti lambang Kota Banda Aceh, ada baiknya kita mengetahui sekilas wawasan tentang Kota Banda Aceh.

A. Sekilas wawasan tentang Kota Banda Aceh
  • Kota Banda Aceh adalah salah satu kota di Indonesia
  • Kota Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi Aceh, Indonesia.
  • Tanggal 22 April 1962 ditetapkan sebagai Hari jadi Kota Banda Aceh
  • Pada jaman dahulu Kota Banda Aceh ini bernama Kutaraja, kemudian sejak 28 Desember 1962 namanya diganti menjadi Banda Aceh.
  • Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
  • Kota Banda Aceh terletak pada koordinat 05°16' 15" - 05° 36' 16" Lintang Utara dan 95° 16' 15" - 95° 22' 35" Bujur Timur.
  • Luas wilayah Kota Banda Aceh yaitu 61,36 km2
  • Batas wilayah Kota Banda Aceh adalah :
·         Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka
·         Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar
·         Sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Hindia
·         Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar
  • Kota Banda Aceh dibagi menjadi 9 kecamatan yaitu Baiturrahman, Banda Raya, Jaya Baru, Kuta Alam, Kuta Raja, Lueng Bata, Meuraksa, Syiah Kuala, Ulee Kareng.
B. Arti Lambang Kota Banda Aceh

http://farm7.static.flickr.com/6170/6172283500_64c0fa6caf_m.jpg


Lambang daerah Kota Banda Aceh ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Praja Kuta Raja Nomor 3 Tahun 1962.
Makna yang terkandung didalam lambang tersebut terdiri atas tujuh unsur, yaitu: 

1.Pancasila
Unsur Pancasila dilambangkan dengan :
-Lima warna yang terdapat didalam lambang daerah yaitu: kuning, hijau, hitam, merah dan putih. 
-Puncak mesjid dengan latar belakang Gunongan yang semuanya berjumlah lima puncak. 
-Lima buah sudut dibagian atas perisai

2.Kebudayaan dan Keagamaan 
  • yang dilambangkan dengan Gunongan dan Kubah Mesjid
3.Kemakmuran 
  • yang dilambangkan dengan lada dan padi.
4.Kepahlawanan 
  • yang dilambangkan dengan rencong yang terhunus.
5.Pendidikan
  •  Pendidikan dan semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang dilambangkan dengan tugu Kota Pelajar/Mahasiswa Darussalam.
6.Pelindung
  •  Pelindung atau pembela rakyat yang dilambangkan dengan perisai.
7.Keagungan
  •  yang dilambangkan dengan warna kuning. 
Demikian kurang lebih arti lambang Kota Banda Aceh, semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua.Dan juga semoga di hari-hari berikutnya saya bisa sering memposting lagi.Amin




Senin, 21 Januari 2013

11 Warung Kopi Terbaik di Banda Aceh

Meneguk nikmat dan harumnya secangkir kopi panas khas Aceh adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam. Kopi aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi senikmat kopi aceh di daerah manapun di Indonesia. Hal menarik saat menikmati kopi di Aceh adalah dengan bersantai dan bercanda dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati kopi di Aceh adalah pengalaman yang unik dan langka.

Minum kopi merupakan tradisi dan kebiasaan sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam kehidupan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, di Aceh banyak terdapat kedai-kedai kopi. Walaupun Takengon di Aceh Tengah dihiasi oleh perkebunan dan pabrik kopi, namun Lamno di Aceh Barat merupakan produsen kopi terbaik di Indonesia.

Terkenal dengan biji kopi Arabikanya, Aceh memberikan kontribusi sebesar 40% dari produksi kopi Indonesia. Teknik membuat secangkir kopi di kedai kopi di Aceh tidak ada duanya. Para barista di sini tidak pernah pergi ke pelatihan khusus untuk belajar cara menyajikan secangkir kopi. Cara penyajian kopi di Aceh berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Di sini, kopi diseduh melalui beberapa penyaringan sampai pada kekentalan yang diinginkan sehingga membuat kopi lebih harum, nikmat dan memiliki efek rasa yang kuat.

Saat ini di Aceh banyak warung kopi tersebar di Banda Aceh dan di kota lainnya, seperti Lhokseumawe dan Takengon. Bahkan banyak yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi. Kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di kalangan masyarakat sejak masa Kesultanan Aceh. Di Banda Aceh banyak bertebaran warung kopi bahkan banyak yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi. Kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di masyarakat terutama dari fakta sejarah mengenai komunikasi yang intens antara Kesultanan Aceh dan Kesultanan Ottoman di Turki. Warung kopi tradisional di Aceh awalnya adalah minuman kopi yang direbus lalu menggunakan saringan saat hendak disajikan. Fasilitasnya tak lebih dari meja dan kursi. Warung kopi tradisional digolongkan sebagai generasi pertama. Generasi kedua adalah warung kopi yang dikembangkan dengan waralaba. Generasi ketiga adalah warung kopi yang memberi fasilitas tak hanya minuman dan makanan, tetapi juga musik, televisi satelit, dan akses internet.

Berikut ini beberapa tempat untuk Anda mencicipi kenikmatan kopi Tanah Rencong yang telah banyak dikunjungi masyarakat Banda Aceh atau dari kota lain di Indonesia, bahkan juga dari luar negeri.

1. Tower Coffe Premium


Tower Coffe Premium  ini terletak di pusat pertokoan Simpang Lima ini didesain dengan dekorasi minimalis yang mewah. Pengaturan ruangan yang didominasi oleh lampu neon dan sofa membuat para pengunjung betah berlama-lama disini. Pelayan yang sigap, lantai yang bersih serta suasana tenang membuat nilai plus tempat ini. Tapi sayangnya suasana tenang tersebut tidak di dapat jika anda duduk dan menghabiskan waktu pada waktu malam hari di luar ruangan. Maklum saja, lalu lalang kendaraan di persimpangan membuat telinga Anda sulit beristirahat.

2. Syair Cafe


Rumah yang disulap menjadi warung kopi ini sengaja didesain dengan nuansa Bali. Nuansa Bali akan terasa lebih hidup saat anda melewati gerbang yang dihiasi kain bermotifkan hitam-putih khas Bali. Apalagi kalau sudah menginjakkan kaki ke dalam ruangan, aroma Bali-nya sudah semakin kental saja. Meja dan kursi yang tidak memenuhi ruangan menjadi salah satu ciri khas lain dari warung kopi, yang membuat para pelanggan lebih nyaman untuk duduk dan mengobrol. Pelayanan yang sigap dan cepat membuat anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memesan makanan. Tapi sayangnya, bila duduk di lobby bagian atas pada sore hari, maka anda harus hati-hati dihembus angin. 

3. Petuah Thoe


Kafe yang sudah cukup “berumur” ini didesain tidak terlalu mewah. Tapi pelayanan yang prima dan ruangan yang bersih, tidak pengap dan bebas asap rokok menambah nilai plus tempat ini. Selain minuman biasa, Petuah Thoe juga menyediakan kopi luwak dengan tarif yang aman untuk kantong anak muda. Tidak hanya itu saja, selain internet gratis yang disediakan untuk para pengunjung, di sini juga disediakan ruangan khusus karaoke dan live musik setiap malam Kamis dan malam Minggu. Jadi bagi anda yang ingin nongkrong dengan teman sambil bertanding suara, maka ini bisa dijadikan pilihan yang tepat. Untuk harga, jangan khawatir, karena tidak akan memberatkan kantong anda.

4. Coffe Bay


Warung Kopi ini letaknya dekat dengan Pantai Ulee Lheu. Dari Coffe Bay ini kita bisa melihat dan merasakan hawa laut. Pemandangan yang seperti ini tentu jarang di dapati di warung kopi-warung kopi lainnya.  Pelayan yang ramah dan sigap serta tempat yang bersih menjadi alasan untuk duduk berlama-lama di sini. Di tambah lagi, dengan tempat yang luas dan teduh, maka anda tidak akan merasa terganggu jika menghabiskan waktu di sini.
  

5. Five Corner


Ruko satu pintu yang terletak di sudut pertokoan tampaknya menjadi tempat nongkrong paling disukai oleh semua kalangan usia. Tidak hanya di dalam ruangan dengan desain minimalis dan di dominasi warna ungu, ruangan di luar juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu tanpa memanfaatkan koneksi internet. Sayangnya ruangan shalat yang disediakan sangat kecil, 2x3 meter. Nilai plusnya adalah tempat shalat yang bersih dan dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Namun sayangnya, jika malam hari anda harus bersabar menunggu pelayan yang datang untuk memesan makanan dan minuman. Selain ramai dengan para pengunjung dan hinggar bingar musik, warung kopi yang telah berdiri satu tahun ini riuh dengan kebisingan kendaraan yang melintas karena terletak di samping trafic light Simpang Lima Banda Aceh. 

6. Yellow


Yellow juga salah satu warung kopi yang disulap dari kantor partai nasional yang dimotori oleh Azwar Abubakar, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi. Ruangan minimalis tersebut ditata dengan apik untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung. Dengan hanya lima meja yang diatur di dalam membuat para pengunjung lebih leluasa untuk mengobrol. Dengan para pelayan yang sigap dan ruangan yang bersih menjadi nilai plus warkop ini selain minuman khas yang disajikannya, seperti kopi kamus dan Single Espresso serta Ice Blended Mocca. Harganya? Tidak usah khawatir, karna disesuaikan dengan kantong anak muda. Yellow juga memiliki ruangan shalat yang bersih, luas dan terpisah di dalam membuat anda lebih khusyuk dalam beribadah. 

7. Rumoh Aceh


Warung kopi dengan konsep rumah adat Aceh ini memang sangat unik. Rumah panggung yang disulap menjadi warung kopi dan terbagi menjadi dua bagian, bagian bawah dan bagian atas rumah. Pelayan yang ramah dan tempat yang bersih serta tenang membuat para pengunjung betah berlama-lama untuk bersantai dan berselancar ke dunia maya. Andalan utama Rumoh Aceh adalah kopi luwak yang dapat di pesan dalam berbagai rasa. Harganya? Masih dibawah dari harga yang ditawarkan di Coffe Shop kelas dunia.

8. Solong


Warung kopi yang sudah melegenda di Aceh ini masih tetap di gemari walaupun desain ruangan yang dimilikinya sangat sederhana. Solong terkenal dengan kopi Ulee Kareng yang terasa khas di lidah. Walaupun ramai, penuh sesak dan asap rokok, Solong masih tetap menjadi tempat favorit para penyuka kopi. Tidak hanya orang-orang biasa, para pejabat dan orang-orang berpengaruh banyak menghabiskan waktu di sini. Bahkan bagi tamu-tamu pemerintahan yang berkunjung ke Aceh pasti akan datang ke sini untuk mencoba kenikmatan kopi Aceh.

9.Dhapu Kupi


Terletak dilokasi strategis yaitu simpang Surabaya. Dhapu Kupi menyediakan Mie Aceh dan terkenal dengan Mie Midi. Dhapu Kupi menyediakan tempat luas bagi penikmat Kopi, dan mempunyai ruang shalat yang luas (menurut saya). Lokasi Dhapu Kupi adalah pada ruas jalan baru yang menuju wilayah Lampeuneurut . tersedia wi-fi . mereka juga menyediakan cendra mata khas Dhapu Kupi, dari korek api, baju, stiker dan lainnya. Pemasaran yang bagus.

10.Black and White Cafe


Terletak di jalan Teuku Umar tepatnya setelah Imperial Kitchen jika berangkat dari arah Mesjid Raya menuju Lhoknga. Black and White Café pertama yang menampilkan foto-foto artistic. Sebelumnya dilokasi ini pernah berdiri Pizza House dan sekarang telah berganti Kedai Kopi (CW Café lebih dikenal dikalangan anak muda).

11.Chek Yukee



Terletak di pinggir kali Aceh atau juga terkenal dengan jalan pinggir kali Aceh. Sudah lama eksis dengan konsumen semua umur. Chek Yukee mempunyai lokasi dengan pemandangan sungai Krueng Aceh yang sangat terkenal. Mempunyai lahan parker yang luas dan saat ini telah diperbesar sampai 5 pintu toko.

Sumber:


Sabtu, 05 Januari 2013

Ayam Tangkap

       Orang Aceh paling sering duduk di warung-warung kopi, sambil menimati goreng pisang para penduduk, biasanya pria, meminum kopi Aceh yang terkenal itu. Kopi Aceh memang terkenal, bahkan sampai mancanegara. Ada orang yang sengaja ke Aceh hanya sekedar untuk meminum atau membeli kopi Aceh. Selain meminum kopi, makanan yang enak di Aceh adalah Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh dan lain-lain.
Kopi Aceh
Pada zaman dahulu, bahkan ada sampai sekarang, masyarakat aceh memasak dengan sebuah tungku api besar. Wajannya juga besar. Biasanya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh kaum perempuan.

Sebuah rumah makan di Aceh biasanya mirip dengan rumah makan Padangh, apa yang dimakan, itu yang dibayar, namun semua makanan disajikan semuanya diatas meja. Dari sekian banyak jenis makanan di menu, yang paling favorit dan khas dari restaurant adalah Ayam Tangkap nya. Ayam goreng yang sangat kering yang digoreng kering bersama cabe hijau India dan daun-daun bambu, daun jeruk, daun temuruy, dan daunnya bisa dimakan.. krekessss....krekes.... yummy.... yummy...Karena sangat kering, ayam tangkap tahan beberapa hari, sehingga orang-orang banyak datang ke restauran untuk membelinya sebagai oleh-oleh khas Aceh dalam box khusus.
Ayam Tangkap
     Kenapa diberi nama Ayam Tangkap. Menurut beberapa para pemilik rumah makan yang menyediakan Ayam Tangkap, nama ini diberikan karena dulunya penemu pertama masakan ini harus menangkap ayamnya terlebih dahulu  sebelum ayamnya diolah. Memang agak unik dan membingungkan, tapi begitulah kira-kira asal-muasal nama masakan ini.
Kebiasaan menyantap ayam tangkap sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
Ayam Tangkap ini menggunakan ayam kampung dalam masakannya. Selain ayam kampung masakan ini juga menggunakan banyak bahan dan bumbu diantaranya:

Bahan:
1 ekor ayam
1 liter minyak goring
8 tangkai daun salam koja
4 lembar daun pandan, iris kasar
1 cangkir air matang
2 buah cabai hijau

Bumbu:
3 siung bawang putih
3 buah bawang merah
5 buah cabe rawit
1 ruas ibu jari kunyit
1 ruas ibu jari jahe
1 sdt garam
Air asam jawa secukupnya.

Cara membuat:
- Potong ayam menjadi 24-30 potongan kecil, kemudian cuci bersih. Bila perlu, remas-remas dengan air perasan jeruk nipis.
- Haluskan semua bumbu, campur dengan 200 ml air batang.
- Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu dan rendam selama 10 menit.
- Panaskan minyak diwajan besar sampai benar-benar mendidih. Goreng ayam sampai kecoklatan.
- Semua ayam harus tenggelam kedalam minyak dan jangan sampai terlalu berhimpitan satu sama lain. Untuk hasil terbaik, gunakan wajan yang besar, dengan 2 liter minyak goring. Atau jangan menggoreng sekaligus melainkan sedikit demi sedikit.
- Menjelang ayam matang, masukkan irisan bawang merah, daun salam koja, daun pandan, dan cabe hijau. Teruskan menggoreng sekitar tiga menit lagi.
- Angkat, tiriskan, dan segera hidangkan dalam keadaan panas.

Di beberapat tempat, masakan ini dijuluki juga dengan istilah ayam tsunami dikarenakan masakan ini biasanya disajikan dengan ditebarkan di piring seperti ketidakteraturan setelah bencana tsunami.




Senin, 03 Desember 2012

Mie Aceh


         Siapa sih yang tak kenal Mie Aceh? Kuliner khas Bumi Serambi Mekkah ini memang dikenal mantap di lidah. Mie yang kaya akan rempah dan bumbu yang khas memang menjadi primadona masyarakat Aceh.Tak heran jika Mie Aceh ini tidak hanya tersedia di Aceh, tapi merambah hingga kota-kota besar lainnya. Mengingat banyaknya penggemar kuliner yang satu ini :D
         Pada dasarnya Mie Aceh terdiri dari Mie yang terbuat dari adonan tepung. Mienya berwana kuning dengan kuah kental. Mie ini dilengkapi dengan irisan daging sapi atau daging kambing. Bahkan tak jarang juga ditemukan dengan pendamping seafood. Mie ini disajikan seperti sup atau kari. Sebenarnya ada dua jenis Mie Aceh. Mie Aceh Goreng dan Mie Aceh kuah. 
Mie Aceh Goreng(tanpa kuah)
         
Mie Aceh Rebus(dengan kuah)
        Biasanya kuliner ini ditaburi dengan bawang goreng diatasnya untuk menambah rasa renyah. Mie Aceh ini terkenal dengan bumbu rempah yang menjadi “senjata” utama panganan ini. Hasilnya, tidak hanya enak, tetapi rasanya yang khas memberikan sensasi tersendiri dilidah sehingga membuat siapapun yang menikmatinya terus terngingang akan kelezatan makanan ini.
          Biasanya Mie Aceh juga didampingi dengan acar dan emping. Acarnya sendiri terdiri dari potongan mentimun, bawang merah, dan wortel. Untuk menambah sensasi nikmatnya Mie Aceh, Anda perlu mencoba melakukan beberapa ritual unik yang diajarkan oleh masyarakat Aceh. Pertama ambil selembar emping yang kemudian taruh potongan acar diatasnya. Tambahkan dengan perasan air jeruk. Kemudian masukan racikan tadi ke dalam mulut Anda. jangan langsung digigit. Biarkan emping menempel pada permukaan lidah sementara acarnya menempel di langit-langit mulut. Tahan hingga muncul rasa asam.
          Saat rasa asam terasa kuat, barulah kunyah. Tunggu hingga paduan rasa emping dan acar terasa dilidah Anda. Sudah? Nah, kini saatnya Anda menyantap Mie Aceh. Rasa Asam, manis, gurih, segarnya akan berpadu dengan rasa khas bumbu Mie Aceh sehingga menghasilkan perpaduan yang sempurna. Lakukan ritual ini terus sampai habis. Dijamin anda akan ketagihan akan kelezatan makanan ini. Menikmati Mie Aceh dengan ritual ini memang sedikit merepotkan, tapi sensasi yang dihasilkan juga setimpal dengan perjuangan yang dilakukan. Terkadang memang sesuatu yang istimewa juga harus dilakukan dengan cara yang istimewa juga.