Sabtu, 25 Mei 2013

Haruskah UN Ditiadakan?

Assalamualaikum Wr Wb

 

SELAMAT!!!
Selamat bagi para siswa-siswi kelas 12 yang telah lulus.Setelah melewati UN yang penuh dengan masalah dan kacau balau,akhirnya kalian semua berhasil mendapatkan hasil yang maksimal.
Selamat juga karena mungkin generasi tahun ini adalah Generasi Terhebat sepanjang sejarah UN
Dan bagi yang belum beruntung,jangan lah bersedih.Masih ada kesempatan kedua,justru biasanya orang-orang yang gagal lah yang akan terlebih dahulu mencapai kesuksesan.Karena TIDAK ada Kesuksesan yang TIDAK melewati Kegagalan

Nah,di postingan kali ini sesuai judul diatas.Saya ingin membahas alasan kenapa seharusnya UN ditiadakan:

1.Apa fungsi UN sebenarnya?

Apa fungsi UN?
Apakah untuk mengukur kepandaian?
Untuk standar kelulusan?
Jika untuk mengukur kepandaian,apakah itu artinya setiap siswa HARUS memiliki kepintaran akademi?
Jika untuk standar kelulusan,nah ini adalah yang paling membuat setiap siswa yang mengikuti UN mengalami yang namanya "stres".Apa yang kita lakukan selama bertahun-tahun hanya ditentukan nasibnya selama berjam-jam.Sangat SALAH jika standar kelulusan adalah salah satu fungsi UN
Yang benar mungkin fungsi UN adalah untuk membuat para pejabat negara semakin kaya :p

2.Indonesia terdiri dari ribuan pulau

Sudah bukan rahasia umum lagi jika dunia Internasional mengenal Indonesia dengan ribuan pulaunya.Dan sudah bukan rahasia umum lagi jika di Indonesia,Mutu dan Pemerataan Pendidikannya belum merata.Satu daerah tidak bisa disamakan dan tidak akan pernah sama dengan daerah yang lainnya.
Contohnya Jawa dan Papua,sarana dan prasarana di Jawa jauh mengungguli Papua.Tetapi angka standar kelulusannya tetap sama sehingga wajar jika di Papua lebih banyak yang tidak lulus ketimbang di Jawa.
Sesuai dengan poin yang pertama,sangat SALAH jika UN dijadikan standar kelulusan.Seharusnya standar kelulusan itu ditentukan oleh daerah masing-masing ataupun ditentukan oleh sekolah masing-masing

3.Belajar untuk Lulus

Sesuai dengan fungsi UN sebagai standar kelulusan,sehingga para siswa dituntut belajar untuk mendapat nilai tinggi dan lulus.Sehingga hampir semua siswa mungkin akan banyak melupakan pelajaran di SMA ketika mereka berada di perguruan tinggi.
Pada kelas 12 terutama di semester 2,pembelajarannya hanyalah meliputi latihan-latihan soal  dengan tujuan jangka pendek: lulus UN, lulus 100%, nilai UN bagus.Tapi nilai UN tinggi belum tentu 100% murni

4.Kecurangan UN

Nah,ini yang paling sering terjadi saat Ujian Nasional,Kunci Jawaban dan Kebocoran Soal.Pemerintah memang berusaha untuk mengatasi kecurangan dalam UN.Namun,tetap saja akan selalu ada kecurangan dalam UN.Dan itu berdampak negatif bagi pelajar rajin maupun pelajar malas.
Bagi pelajar rajin,mereka akan malas untuk belajar karena untuk apa belajar jika nilai yang mereka peroleh kurang lebih dengan pelajar malas.
Bagi pelajar malas,mereka akan semakin malas untuk belajar karena untuk apa belajar jika tanpa belajar pun masih bisa mendapatkan nilai bagus dengan kunci jawaban yang marak beredar saat UN berlangsung

5.Menghabiskan Uang

Tanpa panjang lebar,saya hanya ingin mengatakan jika UN hanyalah untuk menghabiskan uang negara saja.

Jadi untuk apa diadakan UN jika fungsi dari UN sendiri telah salah dan malah hanya menimbulkan Kejahatan dan Kecurangan saja?
Dan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengunjung yang masih setiap mengunjungi blog ini walaupun beberapa bulan ini saya tidak pernah Update


Wassalamualaikum wr wb

*Situs yang saya jadikan referensi:
Poskita.com 

1 komentar:

  1. UN memang berbarengan dengan pro dan kontra yang sering mengiringinya. Namun begitu, kiranya apa yang disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla perlu untuk direnungi bersama. Seperti yg berhasil dikutip dari http://bit.ly/1gPTmEw , beliau mengatakan adanya ujian nasional (UN) terbukti mampu mendisiplinkan anak. Beliau berpendapat apapun analisa terhadap UN, namun UN lebih baik karena membuat anak untuk belajar. Bahkan di negara-negera maju seperti di Amerika Serikat, China, Jepang, Inggris, Malaysia, dan Singapura pun ada standar kelulusan.

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan cerdas dan bijak.Diharapkan anda tidak berkomentar dengan komentar yang berbau sara,rasis,dll
Terima kasih