11 Masjid Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat muslim.Banyak sekali kita temukan masjid-masjid yang mempunyai desain serta bentuk yang unik dan indah.Kali ini kami rangkum 11 masjid terindah di dunia...

Filosofi Ruangan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang dan peringatan peristiwa bencana TSUNAMI yang melanda aceh pada tahun 2004 silam. Aceh membangun sebuah museum yang didirikan oleh arsitekutr bernama Ridwan Kamil asal Indonesia ini...

Legenda Tapak Tuan

Konon di zaman dulu kala,di Aceh Selatan hiduplah seorang manusia yang bertubuh besar dan tinggi sebesar 7 meter.Sepanjang hari ia hanya bertapa sambil berzikir didalam gua,ia dijuluki Tuan Tapa...

11 Stadion Terbaik di Indonesia

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion...

Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah salah satu makanan khas Aceh,ingin tahu seperti apa sih bubur kanji rumbi serta resepnya?Mari kita...

Rabu, 01 Januari 2014

Aceh Sepi Dari Perayaan Tahun Baru

Suasana tahun baru di Banda Aceh

Berbeda dengan sejumlah kota di Indonesia, malam pergantian malam tahun baru di Provinsi Aceh berlangsung sepi tanpa suara terompet dan kembang api.

Kondisi ini terkait imbauan pemerintah kota Banda Aceh agar warganya tidak merayakan pergantian tahun. Sejumlah lokasi yang biasanya ramai saat malam pergantian tahun baru dijaga petugas gabungan polisi syariah dibantu TNI dan Polri.

Bundaran Simpang Lima dan Jembatan Pante Pirak di Banda Aceh adalah salah satu lokasi yang sepi dari aktivitas perayaan malam pergantian tahun baru. Tahun-tahun sebelumnya lokasi ini selalu ramai dikunjungi warga untuk merayakan malam tahun baru. 

Sejak Selasa sore sejumlah petugas telah lalu lalang menggunakan mobil pengeras suara menyerukan pengguna jalan agar tidak merayakan tahun baru karena dianggap akan menjurus kepada perbuatan ria dan maksiat.

Majelis permusyawaratan ulama Aceh juga mengeluarkan fatwa bahwa perayaan tahun baru dianggap bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh.
 
Pemerintah Kota Banda tak melarang warga non muslim merayakan tahun baru, namun perayaan tidak boleh dilakukan dengan kegiatan hura-hura seperti menyalakan kembang api dan meniup terompet.
 
Ritasari Puji Astuti Kasatpol PP Banda Aceh mengatakan, untuk mengantispasi terjadinya keramaian sebanyak 159 personel satpol PP dibantu TNI dan Polri berjaga di sejumlah titik seperti lokasi wisata dan hotel.

Mereka juga melakukan razia di sejumlah tempat usaha seperti perhotelan, restoran dan warung kopi untuk tidak menyuguhkan hiburan di malam tahun baru.

Sumber:Viva.co.id

Selasa, 31 Desember 2013

Sikap Umat Muslim Terhadap Tahun Baru Masehi


Sebagian besar manusia memiliki sebuah kebiasaan yang dianggap sebuah tradisi dunia dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai ngetrend di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru. Namun apakah kita pernah mengetahui bagaimana Syariat Islam dalam hal ini ?

Bolehkah Merayakannya?

Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Alloh dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (HR: Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Alloh di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih
kepada selain Alloh, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.

Keburukan Yang Ditimbulkan

Seorang muslim yang ikut-ikutan merayakan tahun baru akan tertimpa banyak keburukan, diantaranya:


1.Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

2.Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya yang dikhususkan menyambut malam tahun baru adalah pebuatan bid’ah yang menyesatkan.

3.Ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalika…

4.Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan, bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Serta masih banyak keburukan lainnya baik berupa kemaksiatan bahkan kesyirikan kepada Alloh. Wallahu a’lam




Senin, 30 Desember 2013

[VIDEO] NadStarr-Banda Aceh


Minggu, 29 Desember 2013

[+FOTO]Gua Jejak Tsunami Purba yang Dahsyat di Aceh

Sebuah gua yang terletak di dekat Kota Banda Aceh menyimpan rekaman sejarah tsunami yang pernah menghantam wilayah paling barat Indonesia itu sejak ribuan tahun lalu.

Tim yang dipimpin oleh Charles Rubin dari Earth Observatory Singapore, Nanyang Technological University, mengungkapnya dalam laporan penelitian 


Jessica Pilarczyk, salah satu anggota tim, menyampaikan fakta hasil penelitian dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union di San Fransisco, Kamis (12/12/2013).

Rekaman tsunami yang ditemukan berupa lapisan guano (kotoran kelelawar) dan tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi (debris) tsunami yang masuk ke gua.

BBC memberitakan, Pilarzyk mengungkapkan bahwa lapisan tersebut sangat jelas. Debris tsunami langsung dipisahkan oleh lapisan guano. Debris tsunami bisa diketahui dengan melihat karakteristik pasir dan organismenya, misalnya adanya mollusca dan foraminifera.

Pilarczyk dan rekannya melakukan penanggalan pada sedimen tersebut dan mengetahui bahwa sedimen itu terbentuk sejak 7.500 hingga 3.000 tahun yang lalu.

Penelitian terus dilanjutkan dan ilmuwan menemukan bahwa sedimen itu menyimpan jejak dari 7-10 tsunami yang pernah menghantam Aceh.

Gempa Besar


Dengan geometri gua, ilmuwan mengungkapkan bahwa tsunami dipicu oleh gempa yang bermagnitudo 8 atau lebih.

Menurut Pilarzyk, gua yang ditemukan sangat istimewa, memungkinkan sedimen yang menunjukkan sejarah kejadian tsunami benar-benar sempurna.

Tsunami pada 26 Desember 2004 yang dipicu oleh gempa bermagnitudo 9,2 juga mengirimkan material dari lautan. Material yang baru saja dikirim itu tidak merusak lapisan sebelumnya.

"Gua pesisir ini adalah pusat deposit yang unik dan memberi kita snapshot apa yang terjadi ribuan tahun, memungkinkan kita mengetahui setiap tsunami yang terjadi," kata Pilarczyk.

Sejarah yang terekam dalam sedimen itu punya pesan. Tsunami besar bukanlah peristiwa yang bisa dipastikan. Jeda antar-tsunami besar bisa saja sangat lama, tetapi bisa juga hanya beberapa dekade. 

Dan ingat, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di "Ring of Fire", tapal kuda garis patahan dan gunung berapi yang mengelilingi Pasifik Basin. Indonesia Rumah rumah bagi beberapa aktivitas seismik terbesar dan paling mematikan di dunia.

Sumber:Kompas.com

[FOTO] Demo di Kantor Gubernur Aceh Berakhir Ricuh


Banda Aceh - Ratusan masyarakat dari berbagai daerah memblokade Kantor Gubernur Aceh, Jumat (27/12/2013) sore. Mereka menuntut dan memprotes pembagian dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 500 ribu yang dirasa tidak adil.
Aksi tersebut berakhir ricuh saat aparat kepolisian mencoba membuka blokade massa yang tidak memperbolehkan pegawai kantor gubernur untuk keluar. Berikut beberapa gambar yang berhasil diabadikan AtjehLINK.
demo di kantor gubernur 1
Ratusan massa dari berbagai daerah memenuhi serambi depan Kantor Gubernur Aceh

demo di kantor gubernur 6
Seorang ibu yang membawa anaknya duduk di dekat pot yang dipecahkan massa
demo di kantor gubernur 9
Polisi terpaksa menembakan tembakan peringatan ke udara
demo di kantor gubernur 8
Para pendemo kocar-kacir lari setelah petugas menembakan tembakan peringatan ke udara
demo di kantor gubernur 10
Sang Pendemo yang dianggap provokator diamankan pihak keamanan
demo di kantor gubernur 2
Massa yang menyerbu masuk menguasai lobi Kantor Gubernur Aceh
demo di kantor gubernur 5
Ratusan warga berkumpul untuk meminta polisi mundur
demo di kantor gubernur 3
Massa memecahkan kaca