11 Masjid Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat muslim.Banyak sekali kita temukan masjid-masjid yang mempunyai desain serta bentuk yang unik dan indah.Kali ini kami rangkum 11 masjid terindah di dunia...

Filosofi Ruangan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang dan peringatan peristiwa bencana TSUNAMI yang melanda aceh pada tahun 2004 silam. Aceh membangun sebuah museum yang didirikan oleh arsitekutr bernama Ridwan Kamil asal Indonesia ini...

Legenda Tapak Tuan

Konon di zaman dulu kala,di Aceh Selatan hiduplah seorang manusia yang bertubuh besar dan tinggi sebesar 7 meter.Sepanjang hari ia hanya bertapa sambil berzikir didalam gua,ia dijuluki Tuan Tapa...

11 Stadion Terbaik di Indonesia

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion...

Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah salah satu makanan khas Aceh,ingin tahu seperti apa sih bubur kanji rumbi serta resepnya?Mari kita...

Rabu, 10 Juli 2013

Bubur Kanji Rumbi:Menu Berbuka Puasa Khas Aceh + Resep

Bubur Kanji Rumbi
Bubur Kanji Rumbi

Ramadhan telah tiba,itu artinya akan banyak jajanan-jajanan yang bermunculan di sore hari sebagai menu berbuka puasa.Jika anda mengunjungi Banda Aceh anda harus mencoba menu bubur ayam khas Aceh. Kota Serambi Mekah ini punya kanji rambi yang sangat lezat. 


Aceh adalah provinsi di timur Indonesia yang kaya akan ragam kulinernya. Untuk menu berbuka puasa, Aceh punya kanji rumbi yang sangat lezat. Bubur yang diolah dengan menggunakan beras dan racikan bumbu khas Aceh ini terasa sangat pas untuk berbuka puasa.


Kanji rumbi sendiri merupakan sejenis bubur ayam yang dicampur dengan rempah-rempah khas Aceh seperti merica, jintan, adas, kembang lawang, kapulaga, jahe, daun pandan dan masih banyak bumbu dan rempah lainnya. Karena banyaknya bumbu dan bahan yang dipakai maka bubur ini dikenal dengan bubur dengan 40 macam bumbu


Selain sedap dan nikmat, kanji rumbi juga berkhasiat sebagai obat untuk menghilangkan angin dalam tubuh. Sehingga kita bisa tetap sehat dan bugar. Ada beberapa masjid yang menyediakan menu buka puasa yang sangat lezat ini, salah satunya mesjid Al-Furqon kelurahan Beurawe, Banda Aceh. Setiap pukul 2 siang di bulan Ramadhan, panitia sudah berkumpul menyiapkan kanji rumbi untuk berbuka.

Berikut resep Bubur Kanji Rumbi(Versi Justtryandtaste.com)

Bahan:
- 1/4 kg beras
- 1/2 ekor ayam
- 250 gram udang
- 1 1/2  liter air

Bumbu:
- 2 bonggol bawang putih, cincang halus
- 2 - 3 sendok makan margarine
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
- 1/2  sendok makan garam
- 1 sendok teh merica bubuk

Bumbu yang dibungkus oleh kain:
- 1 sendok makan ketumbar, tumbuk kasar
- 1 sendok teh merica, butiran
- 1/2 sendok teh adas/jinten manis
- 2 buah pekak/kembang lawang
- 5 butir cengkeh
- 1 batang kayu manis
- 5 butir kapulaga
- 1/2 buah biji pala,memarkan

Pelengkap:
- Daun seledri cincang halus
- Bawang merah goreng  

Cara Membuat:


Siapkan panci, masukkan ayam dan 1 1/2 liter air. Rebus ayam bersama dengan 1/4 porsi bawang putih hingga empuk dan matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan kaldunya. Suwir-suwir daging ayam dan buang tulangnya.

Masukkan udang ke dalam kaldu bekas merebus ayam, rebus udang bersama dengan 1/4 porsi bawang putih hingga matang kemerahan. Angkat dan tiriskan. Sisihkan kaldunya. Kupas kulit udang dan potong-potong dadu dagingnya. 

 

Siapkan wajan, sangrai beras hingga kekuningan, dinginkan dan cuci bersih. Masak beras bersama kaldu ayam dan udang serta bumbu yang dibungkus hingga menjadi bubur. Jika kurang air, tambahkan menggunakan air biasa. 

 

Siapkan wajan, panaskan margarine, tumis sisa bawang putih dan daun pandan hingga harum. Masukkan suwiran ayam dan udang rebus.  Aduk sebentar hingga harum. Tuangkan tumisan ke dalam bubur beserta minyak tumisannya, tambahkan garam, kaldu bubuk dan merica bubuk sesuai selera. Cicipi rasanya. 


Angkat bubur dan hidangkan panas-panas dengan taburan bawang merah goreng dandaun seledri cincang.Bubur Kanji Rumbi siap dinikmati :)


Bagi masyarakat Aceh, kanji rumbi tidak asing disajikan apalagi pada saat bulan Ramadhan tiba. Hidangan ini sering digunakan sebagai makanan pembuka kala buka puasa. Di beberapa kabupaten di Aceh, kanji rumbi dimasak dalam satu kuali besar dimana porsinya cukup untuk seluruh warga. Pekerjaan memasak kanji rumbi di bulan Ramadhan merupakan rangkaian ibadah yang dilakukan oleh juru masak spesialis kanji tanpa dipungut biaya. Waktu yang diperlukan untuk memasak bubur ini berkisar antara dua hingga tiga jam.


Umumnya pembuatan kanji dan bahan-bahan untuk membuatnya merupakan hasil swadaya dan sumbangan masyarakat setempat. Mulai dari beras sebagai bahan utama kanji, ayam, udang dan rempah-rempah yang digunakan. Menjelang berbuka, masyarakat akan datang sambil membawa wadah makanan masing-masing untuk mengambil kanji dan menyantapnya di rumah saat berbuka puasa tiba

Marhaban ya Ramadhan,di bulan yang suci ini penulis mohon maaf bila ada postingan dalam blog ini yang kurang berkenan dihati para pembaca.
Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah swt.Amin

Sumber:


Senin, 08 Juli 2013

5 Masjid Favorit di Bulan Ramadhan[Banda Aceh]

Tidak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan tiba,bulan suci yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di dunia ini identik dengan salat Tarawih.Ya,salat sunah yang hanya ada di bulan Ramadhan ini menjadi salah satu ibadah yang paling sering dilakukan oleh umat muslim tak terkecuali umat muslim yang bertempat tinggal di Banda Aceh.
Berikut beberapa masjid yang paling banyak dikunjungi umat muslim di Banda Aceh untuk melaksanakan salat Tarawih ini:


Masjid Raya Baiturrahman
Masjid ini sepatutnya memang harus dikunjungi ketika Ramadhan tiba. Bagi Anda yang ingin melaksanakan salat tarawih, sebaiknya anda datang lebih awal karena masjid ini akan sangat penuh ketika salat Tarawih terlebih lagi ketika minggu-minggu pertama, jamaah masjid ini tumpah ruah hingga ke halaman luar. Letaknya strategis di tengah kota, menjadikannya konsentrasi warga dari berbagai wilayah. Di Masjid ini pelaksanaan salat tarawih terbagi dua yaitu 8 rakaat dan 20 rakaat, yang kemudian ditutup 3 rakaat witir. Di Masjid ini juga tersedia takjil atau menu berbuka puasa.

Masjid Al-Makmur, Lampriet
Masjid ini kerap disebut Masjid Oman atau yang lebih populer disebut Masjid Agung, mengingat pasca tsunami masjid ini dibangun ulang oleh pemerintah negara Oman. Letaknya tepat di perempatan jalan menuju arena Pekan Kebudayaan Aceh, Lampriet. Masjid ini bisa dikatakan salah satu masjid yang lantainya dibentangi karpet tebal di kota Banda Aceh.
Anda tak perlu lagi membawa sajadah. Seperti kebiasaan, di masjid ini salat tarawih dilaksanakan 8 rakaat, dilanjutkan 3 rakaat witir. Interior yang mewah dan sejuk, menjadikan masjid ini salah satu incaran salat tarawih di bulan Ramadhan. Bagi Anda yang mungkin datang terlambat, Anda bisa beribadah di lantai dua masjid.

Masjid Darul Falah, Kampung Pineung
Masjid desa ini letaknya tak seberapa jauh dari SMAN 8, Banda Aceh. Masjid ini melaksanakan salat tarawih 8 rakaat. Masjidnya luas dengan lantai marmer. Dinding mesjid dibingkai dengan pola kerawang, sehingga angin bebas masuk dan mesjid terasa sejuk. Halaman parkir yang luas memudahkkan Anda memarkirkan kendaraan. Masjid ini kerap menghadirkan penceramah-penceramah terbaik.

Mushalla Markaz Da’wah Al-Ishlah, Beurawe
Mushalla ini letaknya bersebelahan dengan SDIT Nurul Ishlah. Untuk menuju kemari, Anda harus melewati lorong kecil di sebelah kantor Imigrasi Banda Aceh. Mushalla ini letaknya di lantai dua sebuah gedung pengajian. Bagi Anda yang ingin menamatkan Alquran selama bulan Ramadhan, tidak salahnya untuk salat tarawih di sini. Sebab di sini setiap malamnya menamatkan satu juz Alquran. Biar lebih mudah Anda mengikuti suara Imam, tidak salahnya Anda mengiringinya denganmushaf kecil.

Mushalla As Shahidin
Nah ini dia, mushalla yang paling digemari kaum muda Banda Aceh sepanjang Ramadhan. Mushalla ini kerap disebut Masjid Bulog. Sebab letaknya di lingkungan kantor Bulog Aceh yang bersebelahan dengan komplek DPRA. Kapasitas mushalla ini kecil, panitia terpaksa menambah beberapa tenda di halamannya guna menampung jamaah. Bacaan Imam yang tak panjang, dan ceramah yang singkat, menjadikan masjid ini salah satu tempat pelaksanaan salat tarawih paling cepat di kota Banda Aceh. Inilah daya tariknya. Tak heran hingga malam terakhir mushalla ini tetap dipenuhi jamaah. Sama hal dengan Masjid raya Baiturrahman, jika Anda ingin salat tarawih di sini Anda harus datang lebih awal.


Itulah beberapa masjid yang menjadi favorit umat muslim di Banda Aceh untuk melaksanakan ibadah salat Tarawih.Namun,masih ada banyak masjid-masjid di Banda Aceh yang tidak kalah favorit dengan 5 masjid diatas tersebut

Dan semoga tidak hanya di bulan Ramadhan masjid-masjid ramai dikunjungi,semoga di bulan-bulan lain juga bisa seramai bulan suci Ramadhan ini,serta penulis turut berduka cita atas bencana yang baru-baru ini menimpa daerah Aceh dan sekitarnya.Semoga para korban dari bencana itu memperoleh ampunan dan diterima di sisi-nya.Dan bagi keluarga korban bencana tersebut memperoleh ketabahan dari Allah swt.Amin

Sumber:

Kamis, 04 Juli 2013

11 Stadion Terbaik di Indonesia(Versi GMC)

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion.
Di Indonesia sendiri banyak sekali stadion-stadion yang kualitasnya tidak kalah dengan stadion-stadion eropa.Berikut 11 stadion terbaik di Indonesia versi GMC

1.Stadion Gelora Bung Karno-Jakarta,DKI Jakarta


Dibangun pada tanggal 8 Februari 1960, stadion GBK adalah sebuah kompleks olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta, Indonesia. Kompleks olahraga ini dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini. pada masa Orde Baru, nama kompleks olahraga ini diubah menjadi Istora Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001.[1]. Dengan kapasitas sekitar 100.000 orang, stadion yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 1958 dan penyelesaian fase pertama-nya pada kuartal ketiga 1962 ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton.

Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958

2.Stadion Harapan Bangsa-Banda Aceh,NAD


Renovasi stadion ini dilakukan pasca tsunami yang melanda daerah aceh dan sekitarnya dengan bantuan dana oleh FIFA. Berkapasitas 40.000 kursi.Stadion kebanggaan Tanah Rencong ini sempat menjadi salah satu stadion Termegah di Indonesia tahun 2000

3.Stadion Bung Tomo-Surabaya,Jatim


Stadion Gelora Bung Tomo terletak di Surabaya Barat. Jawa Timur yang merupakan kandang masa depan dari klub Persebaya Surabaya. Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar Indonesia yang memiliki kapasitas kurang lebih 55.000 tempat duduk.

4.Stadion Utama Palaran-Samarinda,Kaltim



Stadion ini diproyeksikan untuk acara pembukaan dan penutupan PON XVII 2008 Kalimantan Timur. Stadion ini merupakan stadion pertama di Indonesia yang seluruh tempat duduknya memakai kursi penonton. Merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang kapasitasnya kurang lebih 50.000 kursi.

5.Stadion Utama Riau-Riau


Stadion Utama Riau ini merupakan stadion terbaru yang dimiliki oleh Indonesia. Stadion ini selesai pada tahun 2012 dan akan digunakan untuk Kualifikasi Piala Asia U-22, PON 2012, dan Islamic Solidarity Games 2013. Stadion ini memiliki kapasitas 43.923 Penonton.

6.Stadion Gelora Sriwijaya-Palembang,Sumsel


Stadion Gelora Sriwijaya dulu dikenal sebagai stadion jakabaring, merupakan stadion multifungsi yang terletak di Palembang, Sumatra Selatan. Stadion yang mulai bangun pada tanggal 1 Januari 2001 ini ditujukan untuk menyelenggarakan PON XVI pada tanggal 2 September 2004. Stadion yang diresmikan pada 1 Januari 2004 ini dapat memuat hingga 36.000 - 40.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D) bertingkat mengelilingi lapangan.

7.Stadion Kanjuruhan-Malang,Jatim


Stadion Kanjuruhan adalah stadion sepakbola yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur atau sekitar 26 kilometer dari pusat kota Malang. Stadion Kanjuruhan dibangun sejak tahun 1997 dengan biaya lebih dari 35 miliar. Tanggal 9 Juni 2004, stadion ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, saat pembukaan digelar pertandingan kompetisi Divisi I Liga Pertamina Tahun 2004, antara Arema melawan PSS Sleman. Pertandingan berakhir untuk kemenangan Arema 1-0. Stadion ini merupakan kandang klub Arema Indonesia dalam melakukan pertandingan di Super Liga Indonesia yang memiliki kapasitas kurang lebih 35.000 penonton. Tahun 2011 ini Stadion Kanjuruhan Menggelar event AFC champions League.

8.Stadion Mandala-Jayapura,Papua


Stadion Mandala merupakan stadion yang berada di ujung timur Indonesia, terletak di Kota Jayapura ibukota Provinsi Papua. Stadion Mandala merupakan markas dari klub Super Liga, Persipura Jayapura. November 2010 Stadion Mandala di renovasi supaya berstandar internasional agar Persipura dapat berlaga di ajang internasional AFC CUP 2011.

9.Stadion Segeri-Smarinda,Kaltim


Stadion Segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Merupakan salah stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion ini juga merupakan stadion kandang bagi kesebelasan Persisam Putra Samarinda.

10.Stadion Gelora Bandung Lautan Api-Bandung,Jabar


Stadion gelora bandung lautan api adalah stadion yang megah dan terbaru, baru selesai pada tahun 2013 ini, dan salah satu stadion terkece di indonesia namun stadion ini belum bisa dipakai saat ini karena masih ada sedikit perapian stadion seperti parkir dll, namun menurut pemerintah setempat stadion ini akan dipakai pada tahun 2013 ini dan akan digunakan oleh tim kuat persib bandung

11.Stadion Aji Imbut-Kutai Kartanegara,Kaltim


Stadion aji imbut sebagai stadion terbaik di indonesia selain memiliki kualitas rumput yang baik stadion ini juga memiliki arsitektur eropa yang menjadikan stadion ini begitu megah, stadion aji imbut berlokasi di kutai kartanegara tenggarong kalimantan dan dipakai oleh tim Mitra Kukar. Stadion ini dibangun sebagai sarana olahraga untuk PON XVII tahun 2008 dan menghabiskan dana Rp899 Miliar.

Yah semoga saja dengan adanya stadion-stadion hebat seperti ini di Indonesia membuat prestasi sepak bola Indonesia di kancah Internasional menjadi lebih baik lagi

Sumber:


Rabu, 03 Juli 2013

Potensi Wisata Kota Lhokseumawe

Aceh umumnya identik dengan kota Banda Aceh dan juga Sabang.Kedua tempat itu menjadi salah satu Destinasi Wisata di Indonesia.Tapi tahukah anda?bahwa selain daerah tersebut masih ada tempat lain di Aceh yang berpotensi menjadi Destinasi Wisata baru?
Lhokseumawe misalnya. Kota kecil yang dikenal sebagai kota gas ini adalah sebuah pulau yang luasnya hanya 11 km yang dikelilingi laut dan dibelah sungai Krueng Cunda. Ada 3 jalur yang menjadi jalur keluar-masuk yang menghubungkannya ke jalan Medan-Banda Aceh. Dua di Cunda dan satu lagi di Simpang Loskala.
Ada objek wisata apa saja di kota yang pernah masyhur dengan gas ini?
1.Pantai Ujong Blang


     Pantai Ujong Blang adalah salah satu pantai di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara yang cukup terkenal. Pantai Ujong Blang terhampar dari muara sungai Cunda (kuala cangkoi) yang meliputi empat wilayah desa yaitu Desa Ujong Blang, Ulee Jalan, Hagu Barat Laut, dan Desa Hagu Tengah.
Pantai Ujong blang dinamakan berdasarkan desa di mana pantai ini berada. Arti "Ujong Blang" sendiri dalam bahasa aceh adalah "ujong" berarti ujung dan "blang" berarti sawah atau hamparankebun. Karena pada awalnya, wilayah Lhokseumawe terdiri dari areal sawah, rawa, dan tanah kosong.
Pemandangan matahari terbit atau Sunrise di pantai ini memiliki nuansa tersendiri. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan kegiatan nelayan sehari - hari dengan latar belakang pabrik pencairan gas PT. ARUN di kejauhan. Pantai Ujong Blang yang sekarang telah mengalami abrasi yang sangat parah, sehingga hamparan pantai yang pada awal era 90-an dulu mencapai puluhan meter dari bibir pantai menjadi berkurang drastis.
Namun begitu, Pantai Ujong Blang masih tetap diminati sebagai tujuan wisata para turis lokal untuk menghabiskan hari libur. selain karena jarak nya yang dekat, objek wisata ini juga memiliki fasilitas yang cukup baik.


2.Makam Sultan Malikussaleh (Pusat Kerajaan Samudra Pasai)

   
     Kerajaan Samudra Pasai merupakan Kerajaan Islam terbesar di Indonesia pada abad ke-13, yg bukan hanya menjadi Pusat Perdagangan Internasional, tapi juga Peradaban dan Pendidikan Islam. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu yg bergelar Malik al-Saleh atau yang lebih dikenal dengan Malikussaleh, dan merupakan Raja Pertama Kerajaan Samudra Pasai. Bukti sejarah yg bisa dilihat adalah batu-batu nisan yg berhiaskan kaligraphy ayat-ayat suci yg bernilai sejarah tinggi.


3.Pulau Seumadu


     Bagi warga Lhoksumawe dan Aceh Utara, obyek wisata ini memang sebagai tujuan utama. Objek wisata lainnya tenggelam akibat konflik yang berkepanjangan di Aceh. Misalnya saja objek wisata Blang Kolam, sekitar 10 kilometer arah selatan kota Lhoksumawe, karena konflik daerah itu terpaksa di tutup untuk umum dan lama tak terawat.

Tak heran jika Pulau Seumadu seakan menjadi obyek wisata pilihan warga. Apalagi menuju ke sana juga tak sulit. Letaknya tepat berada di depan pintu utama komplek perumahan PT Arun. Di depan pintu perumahan untuk karyawan perusahaan minyak terbesar di Aceh itu jalan mulus terbentang luas.

Di sana terlihat area wisata yang rimbun dengan cemara membuat. Suasana sejuk. Puluhan camar memperindah lokasi itu. Pengunjung dapat leluasa duduk di bawah cemara, sekadar melepas lelah dan menikmati waktu liburan.

Kelebihan lain obyek wisata adalah letaknya yang strategis, tak jauh dari jalan raya Medan – Banda Aceh. Selain itu, pengunjung dimanjakan oleh alam yang menyimpan banyak ikan dan kerang.

Jika Anda hobi memancing, di sinilah tempatnya. Di depan pondok yang menyediakan tempat duduk dan makanan siap saji, siapa saja bisa memancing. Ikan Tongkol ukuran kecil mudah di dapat.

Inilah yang membuat Pulau Seumadu seakan menjadi istimewa. Bukan hanya wisatawan yang memancing di daerah itu, jika Senin-Jumat, nelayan setempat juga memanfaatkan teluk itu untuk mencari ikan.

Selain itu, pemilik warung di daerah itu juga menyediakan dua sampan bentuk bebek untuk anak-anak bermain. Fasilitas sampan ini sudah dihitung ke dalam harga parkir.

Untuk sepeda motor, pengelola wisata memasang bandrol Rp2.000, sedangkan untuk kendaraan roda empat, Rp5.000. Jika parkir di areal resmi yang telah disediakan, maka perahu bebek bisa digunakan selama 15 menit. Selebihnya, harus rela bergantian dengan pengunjung lainnya.

Anda bisa menyeberang melewati teluk di depan warung yang banyak menyimpan ikan itu. Biasanya wisatawan selalu ingin menyeberang. Ingin menikmati deburan pantai. Untuk menyeberang, carilah teluk yang sedikit dangkal.

Di lokasi tertentu, teluk itu hanya memiliki kedalaman setengah meter. Luas teluk itu sekitar 30 meter persegi. Di seberang teluk juga terdapat puluhan pohon cemara dan kelapa yang melambai seakan mengajak pengunjung untuk menikmati wisata pantai dari dekat.


4.Krueng Cunda



   Krueng Cunda adalah aliran laut yang memisahkan daratan Lhokseumawe dengan daratan Pulau Sumatera. Namanya berasal dari bahasa Aceh "Krueng" artinya sungai dan "Cunda" adalah nama wilayah yang dialiri sungai ini. Krueng Cunda sebenarnya adalah selat, bukan sungai.Krueng Cunda ini dijadikan tempat budidaya ikan air asin oleh penduduk sekitar, karena selain airnya cukup bersih juga tidak ada ombak atau riak besar yang dapat merusak keramba atau penampungan ikan milik penduduk yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu.



5.Makam Putroe Neng


Makam Putroe Neng berada di Blang Puloe, Kota Lhokseumawe. Aslinya beliau bernama Nian Nio Lian Khi, yaitu seorang komandan perang wanita yang berasal dari Cina. Konon Nian Nio Lian Khi dikalahkan oleh pasukan Meurah Johan yang dipimpin seorang ulama yang berasal dari kerajaan Pereulak dimana pada saat itu mereka berada di Indra Purba yang bercocok tanam di daerah Maprai (sekarang daerah Sibreh) dan mereka membuka kebun lada dan merica. Setelah kalah, Jenderal Nian Nio Lian Khi masuk Islam dan diberi gelar Putroe Neng.


6.Pantai Rancong


Pantai Rancong yang bersebelahan dengan Pulau Seumadu merupakan objek wisata alam yang berada di Aceh tepatnya di Kota Lhokseumawe. Keindahan pantai ini dapat memukau wisatawan asing maupun domestik, apalagi pada saat hari libur tiba sangat ramai pengunjungnya, terlebih untuk akhir pekan berkumpul bersama keluarga akan lebih menyenangkan.

Pesona wisata Pantai Meuraksa dulunya adalah sebuah objek wisata yang sangat indah, tetapi setelah tsunami, pantai Meuraksa menjadi tidak terawat. Pantai Meuraksa ini berlokasi di kawasan Kecawatan Blang Magat, Kota Lhokseumawe.

Sumber:

Kamis, 30 Mei 2013

Suku Mante/Bante:Sebuah Kebenaran atau Kebohongan?

n1477646519_30135929_4974764
Rumor dari mulut kemulut,konon katanya di hutan aceh ada suku koloni orang kerdil yang disebut sebagai “Mante/Bante”.Ada yang menyebutkan bahwa suku Mante/Bante adalah suku Gayo,namun tampaknya itu hanya rumor belaka

Suku mante atau Bante hingga saat ini masih menjadi misteri para peneliti dan masyarakat aceh dalam menelurusi keberadaannya sebagai nenek monyang bangsa Aceh.

Ciri-ciri yang dimiliki suku Mante/Bante antara lain:
- Berkulit coklat tua
- Tubuh pendek sekitar 150-an cm
- Memakai gelang di leher, anting pemberat di telinga, penusuk bibir.
- Perut buncit (bahasa Aceh: pruët bu’èng)
- Tidak mengenal pakaian lengkap

Banyak yang berpendapat bahwa suku mante benar-benar ada, termasuk Christiaan Snouck Hurgronje (seorang peneliti belanda yang bertugas mempelajari aceh secara keseluruhan)dalam bukunya De Atjehers juga menyinggung adanya suku tersebut. Tapi ia pun tak pernah bertemu langsung. Dia hanya mengutip orang yang katanya pernah melihatnya. 
Christian Snouck Hurgronje
Seorang Antopolog  serta Dekan FKIP Universitas Syiah Kuala Teuku Syamsudin mengatakan dalam Hikayat-hikayat Aceh suku Mante sering disebut. Jadi, benarkah suku mante itu benar-benar ada?? Namun yang paling menarik kesaksian yang diutarakan Gusnar Efendy, seorang penduduk blangkejeren Aceh Tenggara, dia mengaku masih sering bertemu dengan suku mante di tengah hutan. "Saya tidak bohong. Saya berani digantung," katanya, seperti dikutip Kompas.

Bisa jadi pengakuan gusnar merupakan kebenaran namun tetap saja tidak dapat dijadikan bukti tentang keberadaan suku mante mengingat bukti yang diberikan lemah lantaran dia menyaksikan sendiri tanpa dokumentasi, kalaupun bertemu kenapa gusnar tidak mencoba mengajak bicara atau menangkapnya sekalian(hehehe tiba-tiba timbul ide primitive)
Untuk menelusuri dan kebenaran Suku Asli Aceh atau dikenal dengan suku Mante, Mari kita flashback Ribuan tahun ke belakang.

Ribuan tahun yang lalu (sekitar 500-1500 SM) ketika pulau sumatera belum memiliki nama, datangl sekelompok imigran dari asia Tenggara, mereka datang dan menetap dibeberapa bagian pegunungan sumatera. Suku Pendatang pertama dikenal dengan suku melayu proto atau biasa disebut dengan melayu lama. Suku melayu proto memiliki keahlian khusus dalam bidang agrikultural dan berburu sementara alat yang digunakan masih berasal dari batu. Pada tahun 1500 SM kembali datang kelompok kedua dikenal dengan suku melayu Deutro yang menghuni daerah pesisir sumatera. Suku ini memiliki keahlian lebih maju dibandingkan suku melayu proto, suku ini sudah mampu menggunakan logam dan perunggu sebagai peralatan. Selanjutnya mereka menghuni dan membentuk komunitas dan berkembang menjadi suku-suku kecil seperti Aceh, Batak, Padang dan Palembang.
 
Setidaknya teori diatas dapat dijadikan dasar darimana asal usul bangsa Aceh meskipun banyak yang meragukan namun pada tahun 2010 Tim Arkeolog Medan berhasil menemukan fosil kerangka manusia purba yang diperkirakan telah menghuni daratan tinggi gayo era mesolitik. Menurut hasil penelitian atas pengujian karbon terhadap fosil, para peneliti berpendapat bahwa aktivitas kehidupan di situs Loyang Mendale dan sekitarnya telah berlangsung sebelum 3580 tahun yang lalu atau sekitar 1500 sebelum Masehi. Selain Kerangka manusa prasejarah ditemukan, tim Arkeolog juga menemukan kapak genggam, mata tombak dari batu dan beberapa peralatan dari batu lainnya disekitar areal penemuan.

Lucas P Koestoro, peneliti senior Balar Medan mengatakan “Kemungkinan kerangka manusia prasejarah Aceh Tengah merupakan kelompok manusia yang bermigrasi dari Vietnam Utara ribuan tahun lalu. Masuk melalui beberapa jalur, terutama Selat Malaka dan sungai (Krueng Peusangan yang berhulu di Danau Laut Tawar) melalui pesisir timur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dan mereka tiba di Dataran Tinggi Gayo.”

Keberadaan mengenai suku Mante/Bante pun masih menjadi misteri,dan tentang kebenarannya itu tergantung para pembaca.Apakah anda mempercayainya atau tidak?
Silahkan para pembaca mengisi pendapat anda mengenai kebenaran suku Mante/Bante di kotak komentar!

Sumber: