11 Masjid Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat muslim.Banyak sekali kita temukan masjid-masjid yang mempunyai desain serta bentuk yang unik dan indah.Kali ini kami rangkum 11 masjid terindah di dunia...

Filosofi Ruangan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang dan peringatan peristiwa bencana TSUNAMI yang melanda aceh pada tahun 2004 silam. Aceh membangun sebuah museum yang didirikan oleh arsitekutr bernama Ridwan Kamil asal Indonesia ini...

Legenda Tapak Tuan

Konon di zaman dulu kala,di Aceh Selatan hiduplah seorang manusia yang bertubuh besar dan tinggi sebesar 7 meter.Sepanjang hari ia hanya bertapa sambil berzikir didalam gua,ia dijuluki Tuan Tapa...

11 Stadion Terbaik di Indonesia

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion...

Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah salah satu makanan khas Aceh,ingin tahu seperti apa sih bubur kanji rumbi serta resepnya?Mari kita...

Selasa, 26 Februari 2013

Persiraja Taklukan PSLS Lhokseumawe 1-0

persiraja menang
Pemain Persiraja,Mukhlis Nakata(kiri) berebut bola dengan pemain PSLS Lhokseumawe,Zalwandi(kanan)

BANDA ACEH - Persiraja Banda Aceh berhasil mendulang tiga poin usai mengalahkan tim promosi PSLS Lhokseumawe dengan skor 1-0 dalam laga perdananya di Indonesian Premier League (IPL) musim 2013. 

Gol semata wayang diciptakan Septi Heriansyah pada menit 16, sekaligus menahbiskan Laskar Rencong (julukan Persiraja) sebagai pemenang partai derby Aceh yang berlangsung di Stadion Dimurthala Lampinueng, Banda Aceh, Selasa (26/2/2013) sore. 

Kedua tim langsung memperagakan permainan menyerang sejak menit-menit awal pertandingan. Sebuah kemelut di depan gawang PSLS berhasil dimanfaatkan stiker anyar Persiraja, Septi Heriansyah dengan menyontek bola ke jala. 1-0 tuan rumah memimpin. 

Kubu Persiraja mendapat petaka pada menit 26. Sang kapten Erik Saputra diganjar kartu merah karena membuat pelanggaran keras terhadap David Konah Batoe. Center beck Laskar Pase (julukan PSLS) itu harus dilarikan ke rumah sakit usai ditekel Erik. 

Kehilangan Erik membuat tensi permainan Persiraja menurun. Persiraja kali ini minim pemain berpengalaman, karena pemain yang merumput di sana musim lalu banyak yang hengkang ke klub lain akibat tidak jelasnya nasib Laskar Rencong.

Pemain lama yang masih bertahan adalah Andrea, Mukhlis Nakata, Fahrizal Dillah dan Erik. Selebihnya diisi pemain-pemain U-21 dan U-23 yang direkrut dari klub-klub amatir di Banda Aceh. Bahkan musim ini Persiraja tak diperkuat pemain asing.

Minimnya jam terbang rata-rata pemain membuat mereka sedikit canggung berada di lapangan. Praktis hal ini dimanfaatkan Laskar Pase dengan mencoba mendominasi permainan, namun hingga jeda mereka tak berhasil menyamakan kedudukan. 

Memasuki babak kedua, Suheri Daud dan kawan-kawan masih menguasai jalannya pertandingan. Sebuah umpan datar Muhammad Rizal Juzli ke depan gawang Persiraja gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Carlos Raul karena terburu-buru. 

Persiraja sendiri nyaris menggandakan keunggulan melalui serangan balik. Sayangnya tendangan Fahrizal Dillah dalam kotak penalti masih mampu ditepis Sukirmanto, kiper PSLS. 

PSLS berhasil menciptakan beberapa peluang, namun buruknya penyelesaian akhir memupuskan harapan mereka. Persiraja sendiri kerap mengancam lewat serangan balik, namun hingga peluit akhir dibunyikan skor 1-0 tak berubah. 

Pelatih Persiraja Maman Suriaman mengaku, kalau kemenangan timnya hari ini hanya berkat keberuntungan."Kami masih banyak kelemahan di sana-sini, kita menang hanya karena keberuntungan saja," ujarnya.Namun kemenangan ini, kata dia, menjadi modal penting dalam menjamu Persijap Jepara akhir pekan nanti. 

Sementara Nasrul Koto, Pelatih PSLS mengatakan, kekalahan pihaknya dipengaruhi kondisi lapangan yang buruk karena usai diguyur hujan, sehingga sulit mengembangkan permainan. Selain itu, penyelesaian yang kurang baik dari lini depan timnya juga menjadi faktor kekalahan. 

Susunan pemain:

Persiraja: Amiruddin (GK). Andrea, Irwandi Mahya, Andri Mulyadi, Ahmad Yani (DF). Eric Saputra (C), Hendra Sandi, Mukhlis Nakata, Miftahul Hamdi/Muhammad Nasir (MF). Septi Heriansyah/M Lirival Andria, Fahrizal Dillah/Faumi Syahreza (FW).

PSLS: Sukirmanto (GK). Afrizal Abas, David Konah Batoe/Muhammad Isa, Indra Gunawan, Mukhlis Rasyid (DF). Hendra Sahputra (C), Tomi Pranata, Muhammad Rizal Juzli (MF). Suheri Daud/Catti Carlos Raul, Zalwandi/Mahdi Sulaiman, Camara Fassawa (FW).

Sumber:okezone.com

Inilah Tayangan "Yahudi" Metro TV yang Meresahkan itu

Metro TV dianggap sesat


Setelah pernah menilai Rohis sebagai “Generasi Baru Teroris!” diprogram "Metro Hari Ini" pada 15 September 2012 pukul 18.00 WIB dalam dialog, MetroTV kini dinilai meresahkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam tayangan INSIDE edisi “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia” edisi Kamis, 14 Februari 2013.

Tayangan berdurasi 5 menit 36 detik yang ditulis Monique Rijkers menggambarkan komunitas Yahudi di Indonesia.

Hanya saja, tayangan ini dirasa mengganggu setelah adanya visualisasi beberapa organisasi massa Islam yang ditampilkan dalam program ini. Misalnya, di 20 detik pertama, dengan sangat jelas digambarkan aksi massa KAMMI sedang berdemonstrasi yang diakhiri pembakaran replika bendera Yahudi, Bintang Davis. 

Pada 20 detik selanjutnya, menyusul aksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang juga melakukan aksi anti Yahudi.

Memang tak ada pernyataan KAMMI, PKS, HTI atau ormas-ormas Islam lainnya. Hanya saja, saat visualiasi, ikut diselipkan istilah massa intoleran dan anti Semit (anti Yahudi). “Di Indonesia masih banyak sikap anti semit,” demikian ulasan Metro.

Dalam ulasan itu Metro juga mengakui memang Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan tak mengakui negeri Yahudi tersebut, namun menurut televisi ini, usaha mendekatkan dengan Yahudi itu sudah lama dimulai di jaman Gus Dur.

"Tetapi di era Gus Dur (Abdurrahman Wahid, red) kedekatan dengan Israel terjalin. Bahkan Gus Dur bersahabat dekat dengan keturunan Yahudi. Sementara dalam hubungan ekonomi, meski tidak resmi, hubungan dagang kerap berlangsung," ujar Metro. 

Media ini juga menyebut kedatangan George Soros yang pernah menemui Presiden Susilo B Yudhoyono.

George Soros, adalah miliarder Yahudi berkebangsaan AS yang pernah mengantar Indonesia bersama sejumlah negara lainnya ke lembah kelam bernama krisis moneter tahun 1997/1998.
Menurut Metro, komunitas Yahudi di Indonesia kini bahkan makin meningkat, khususnya di kalangan penganut Kristen. Ini ditandangi program-program perjalanan ruhani ke Yerussalem. 

Selain program-program tersebut, salah satu bukti banyaknya komunitas Yahudi di Indonesia, masih menurut Metro adanya menorah Yahudi terbesar di dunia yang ada di Manado.

"Kenapa kita harus menyangkal jati diri kita hanya karena Indonesia tak punya hubungan diplomatik. Saya kira Indonesia kan negara demokratis, " ujar Fred Resley, seorang keturunan Yahudi saat diwancarai Metro.

Dalam ulasannya Metro juga mengutip dokumentasi hasil wawancara Benyamin Ketang, penganut Yahudi asal Jember Jawa Timur yang juga pendiri Direktur Eksekutif Indonesia - Israel Public Affairs Comitte (IIPAC). Dalam tayangan tersebut, Ketang mengatakan pentingnya Indonesia berhubungan dengan Israel.

"Indonensia akan lebih perkasa jika membangun hubungan diplomatik dengan Israel, " ujar Ketang dalam tayangan 'Kontroversi HUT Israel' dikutip Metro.

Liputan ditutup dengan sholawat Kiai Kanjeng yang dimotori Cak Nun (Emha Ainun Nadjib, red) dalam bahasa Ibrani berjudul “Shalom Aleichem”.

"Sesungguhnya, sikap anti Israel menghilang seiring dengan semakin terbukanya warga Indonesia dengan negara Yahudi itu, “ tutup Metro.

Inilah yang rupanya diberatkan KAMMI. Menurut KAMMI, dalam tayangan tersebut, jelas-jelas lebih dominan membela Yahudi tanpa ada pembanding sama sekali.

“Bisa dikatakan, 70:30 pro Yahudi tanpa pengimbang. Bahkan di ending cerita, justru Benyamin Ketang diposisikan penting dengan menutup kalimat 'pentingnya Indonesia berhubungan dengan Israel,” ujar Inggra Saputra, Humas KAMMI Pusat.



Kamis, 21 Februari 2013

IX-8 in Memory [# Video]

Sebuah video yang dibuat untuk mengenang 3 tahun berkumpulnya para murid SMP yang saat ini telah beranjak dewasa



Catatan:Ada beberapa orang yang tidak ada didalam video ini dikarenakan tidak adanya foto yang tersedia

Visit ACEH[#Video]

Siapa yang tidak mengenal Aceh?Aceh saat ini menajadi salah satu dari tempat tujuan turis-turis mancanegara yang datang ke Indonesia.Objek-objek wisatanya yang sudah tidak perlu diragukan lagi menjadi kelebihan negeri Serambi Mekkah ini ketimbang daerah yang lain.
Berikut ini adalah 3 buah video yang diambil dari Youtube tentang keindahan-keindahan yang terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam:

1.Video Pertama

 

2.Video Kedua


3.Video Ketiga


Jumat, 15 Februari 2013

Sejarah Masjid Baiturrahman


Masjid Baiturrahman Tempo Dulu

Mesjid Baiturrahman telah menjadi simbol Aceh. Menelusuri sejarah Mesjid yang berada di jantung kota Banda Aceh ini, ibarat melihat perjalanan bumi Serambi Mekah. dimulai dari masa kesultanan, penjajahan Belanda dan masa bersama Indonesia lengkap dengan pemberontakannya. Mulai Daerah Operasi Militer, perjanjian damai hingga bencana tsunami. Rumah ibadah ini menyaksikan semuanya

Sejarah mencatat, Baiturrahman kembali melewati satu babak dalam sejarah masyarakat Aceh. Mesjid ini merupakan simbol Aceh. Perjalanan Mesjid ini juga merekam sejarah Aceh. Karena itu tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Aceh, tanpa menengok Mesjid berkubah lima ini dan sedikit mengenal sejarahnya.

Mesjid ini sudah berada di tengah kota Banda Aceh sejak zaman kesultanan. Ada dua versi hikayat pendiriannya. Ada yang menyebut Sultan Alauddin Johan Mahmud Syah membangun Mesjid ini pada abad ke 13. Dalam versi lain menyatakan Baiturahman didirikan pada abad 17, pada masa kejayaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Tak ada yang bisa memastikan mana yang benar. Nama Baiturahman, menurut catatan sejarah, diberikan oleh Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu Mesjid ini menjadi salah satu pusat pengembangan ajaran Islam wilayah kerajaan Aceh. Perubahan fisik mesjid mengikuti alur sejarah bumi Serambi Mekah. Bangunan yang kelihatan sekarang bukanlah lagi bangunan semasa zaman kesultanan. Pada masa kesultanan, gaya arsitektur Baiturahman mirip Mesjid-Mesjid tua di Pulau Jawa. Bangunan kayu dengan atap segi empat dan bertingkat yang memiliki 1 kubah. Pada 1873, mesjid ini dibakar oleh Belanda dikarenakan mesjid dijadikan pusat kekuatan tentara Aceh melawan Belanda. Dan pada tahun itu pula terjadi pertempuran besar antara rakyat Aceh dengan tentara Belanda. Tembak menembak yang membuat gugurnya salah seorang perwira tinggi Belanda bernama Kohler. Pertempuran di Mesjid ini dikenang lewat pembangunan prasasti Kohler pada halaman Mesjid. Letak prasasti di bawah pohon Geulempang, yang tumbuh di dekat salah satu gerbang Mesjid.

Peletakan batu pertama pembangunan kembali Mesjid dilakukan tahun 1879 oleh Tengku Malikul Adil, disaksikan oleh Gubernur Militer Hindia Belanda di Aceh saat itu, G. J. van der Heijden. Pembangunan mesjid ini dirancang arsitek Belanda keturunan Italia, De Brun. Bahan bangunan Mesjid sebagian didatangkan dari Penang – Malaysia, batu marmer dari Negeri Belanda, batu pualam untuk tangga dan lantai dari Cina, besi untuk jendela dari Belgia, kayu dari Birma dan tiang-tiang mesjid dari Surabaya. Pembangunan kembali Mesjid dengan satu kubah, selesai dua tahun kemudian. Pada masa residen Y. Jongejans berkuasa di Aceh Mesjid ini kembali diperluas. Kemudian setelah itu, masyarakat Aceh semakin besar, untuk mengupahi dan meredakan kemarahan rakyat Aceh maka Mesjid diperluas lagi kiri kanannya pada tiga tahun kemudian. Ditambahlah dua kubah lagi di atasnya sehingga menjadi tiga kubah. Belanda kemudian meninggalkan Aceh. Bumi Nangroe beralih pada Indonesia.
Pada 1957, masa pemerintahan presiden Soekarno, Mesjid ini kembali berubah. Dua kubah baru dibuat di bagian belakang. Dibangun pula dua menara dengan jumlah tiang mencapai 280 buah. Karena perluasan ini, sejumlah toko di pasar Aceh yang berada di sekeliling mesjid tergusur. Peletakan batu pertama dilakukan oleh menteri agama Republik Indonesia pada masa itu KH Ilyas, kemudian dibangun kira-kira empat tahun. Bangunan berikutnya itu sudah sampai pada menara yang berikut ini. Renovasi Mesjid yang dilakukan pemerintah Soekarno terjadi pada masa gerakan Darul Islam pimpinan Daud Beureueh. Sehingga banyak kalangan yang mengaitkan pembangunan itu sebagai usaha pemerintah meredam pemberontakan itu. Lima kubah juga dianggap mewakili Pancasila yang digagas Soekarno. Pada kurun 1992-1995, Mesjid kembali dipugar dan diperluas hingga memiliki tujuh buah kubah dan lima menara. Setelah dipugar, Mesjid itu mampu menampung 10.000 hingga 13.000 jemaah. Halaman Mesjid juga diperluas hingga menjadi 3,3 hektar.

Semua pemugaran ini dilakukan dengan mempertahankan arsitektur dan bentuk ornamen lama pada masa Belanda. Salah satu tiang peninggalan Belanda, ketika Mesjid masih berkubah satu, masih dipertahankan. Arsitektur Mesjid ini bercorak eklektik, yaitu gabungan berbagai unsur dan model terbaik dari berbagai negeri.Ini misalnya tampak pada tiga pintu bukaan serta jendela yang bisa berfungsi sebagai pintu masuk. Jendela ini dibentuk oleh empat tiang langsing silindris model arsitektur Moorish, yang banyak terdapat di Mesjid-Mesjid Afrika Utara dan Spanyol. Sementara bagian tengah ruang shalat berbentuk bujur sangkar, diatapi kubah utama yang bercorak bawang. Pucuknya dihiasi kubah, mirip Mesjid-Mesjid kuno di India. Pada jendela yang sekaligus menjadi pintu terdapat ukiran yang tampak kokoh dan indah. Untuk menambah kemegahan dan keindahan, Mesjid ini ditempatkan di tengah lapangan terbuka, sehingga semua bagian Mesjid jelas terlihat juga dari kejauhan.

Mesjid Baiturrahman menjadi saksi darurat militer di Aceh, ketika muncul Gerakan Aceh Merdeka. Baiturrahman ini menjadi tempat memanjatkan doa dan harapan rakyat Aceh atas tanggungan beban konflik yang dideritanya. Baiturrahman ini juga menjadi sarana singgah pejabat pusat mengunjugi Aceh yang ketika itu tak aman. Baiturrahman yang konon merupakan salah satu Mesjid terindah Asia Tenggara ini juga menjadi saksi bisu bencana tsunami. Bencana memilukan itu juga merusak sejumlah bagian Mesjid. Rakyat menyelamatkan diri kedalam mesjid sembari meneriakkan Asma Allah.

Pada halaman Mesjid inilah berdirinya posko bencana pertama pasca tsunami Desember 2004 tersebut. Mesjid ini tangguh bertahan dari gempa dan terjangan air laut yang naik ke daratan. Hanya sedikit bangunan yang retak akibat gempa.

Pasca tsunami perdamaian datang. Mesjid ini kembali menjadi bagian sejarah itu. Di Mesjid inilah warga menggelar doa khusus ketika delegasi Indonesia bertemu dengan wakil Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia. Mesjid Baiturrahman menyaksikan perubahan Aceh pasca tsunami dan perjanjian damai. Ketika syariah Islam berlaku di Serambi Mekah, kawasan Mesjid Baiturahman dinyatakan sebagai area terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat sesuai hukum syariah boleh masuk halaman Mesjid.