11 Masjid Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat muslim.Banyak sekali kita temukan masjid-masjid yang mempunyai desain serta bentuk yang unik dan indah.Kali ini kami rangkum 11 masjid terindah di dunia...

Filosofi Ruangan Museum Tsunami Aceh

Untuk mengenang dan peringatan peristiwa bencana TSUNAMI yang melanda aceh pada tahun 2004 silam. Aceh membangun sebuah museum yang didirikan oleh arsitekutr bernama Ridwan Kamil asal Indonesia ini...

Legenda Tapak Tuan

Konon di zaman dulu kala,di Aceh Selatan hiduplah seorang manusia yang bertubuh besar dan tinggi sebesar 7 meter.Sepanjang hari ia hanya bertapa sambil berzikir didalam gua,ia dijuluki Tuan Tapa...

11 Stadion Terbaik di Indonesia

Di abad 21 ini,sepak bola mungkin menjadi rajanya olahraga di seluruh dunia.Sepak bola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.Untuk bermain sepak bola dibutuhkan sebuah lapangan atau yang biasa disebut Stadion...

Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah salah satu makanan khas Aceh,ingin tahu seperti apa sih bubur kanji rumbi serta resepnya?Mari kita...

Rabu, 05 Desember 2012

Alasan kenapa ACEH disebut Serambi Mekkah

Acehku sayang Acehku malang
Jasamu besar untuk republik
Tetapi orang kurang mengenang
Nasibmu aduhai sedihnya
Setiap hari nyawa melayang
Padahal Aceh bukan Palestina
Dan yang berkuasa bukan Yahudi
  (Abu Az-Zahra)

Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Makkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu.


Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Empat orang diantara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah, dan Syeikh Siti Jenar. 
Kedua, daerah Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dari Turki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.
Ketiga, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan.
Keempat, daerah Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengan kapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.
Kelima, banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam. Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah (totalitas), tidak ada campur aduk antara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.

Senin, 03 Desember 2012

Mie Aceh


         Siapa sih yang tak kenal Mie Aceh? Kuliner khas Bumi Serambi Mekkah ini memang dikenal mantap di lidah. Mie yang kaya akan rempah dan bumbu yang khas memang menjadi primadona masyarakat Aceh.Tak heran jika Mie Aceh ini tidak hanya tersedia di Aceh, tapi merambah hingga kota-kota besar lainnya. Mengingat banyaknya penggemar kuliner yang satu ini :D
         Pada dasarnya Mie Aceh terdiri dari Mie yang terbuat dari adonan tepung. Mienya berwana kuning dengan kuah kental. Mie ini dilengkapi dengan irisan daging sapi atau daging kambing. Bahkan tak jarang juga ditemukan dengan pendamping seafood. Mie ini disajikan seperti sup atau kari. Sebenarnya ada dua jenis Mie Aceh. Mie Aceh Goreng dan Mie Aceh kuah. 
Mie Aceh Goreng(tanpa kuah)
         
Mie Aceh Rebus(dengan kuah)
        Biasanya kuliner ini ditaburi dengan bawang goreng diatasnya untuk menambah rasa renyah. Mie Aceh ini terkenal dengan bumbu rempah yang menjadi “senjata” utama panganan ini. Hasilnya, tidak hanya enak, tetapi rasanya yang khas memberikan sensasi tersendiri dilidah sehingga membuat siapapun yang menikmatinya terus terngingang akan kelezatan makanan ini.
          Biasanya Mie Aceh juga didampingi dengan acar dan emping. Acarnya sendiri terdiri dari potongan mentimun, bawang merah, dan wortel. Untuk menambah sensasi nikmatnya Mie Aceh, Anda perlu mencoba melakukan beberapa ritual unik yang diajarkan oleh masyarakat Aceh. Pertama ambil selembar emping yang kemudian taruh potongan acar diatasnya. Tambahkan dengan perasan air jeruk. Kemudian masukan racikan tadi ke dalam mulut Anda. jangan langsung digigit. Biarkan emping menempel pada permukaan lidah sementara acarnya menempel di langit-langit mulut. Tahan hingga muncul rasa asam.
          Saat rasa asam terasa kuat, barulah kunyah. Tunggu hingga paduan rasa emping dan acar terasa dilidah Anda. Sudah? Nah, kini saatnya Anda menyantap Mie Aceh. Rasa Asam, manis, gurih, segarnya akan berpadu dengan rasa khas bumbu Mie Aceh sehingga menghasilkan perpaduan yang sempurna. Lakukan ritual ini terus sampai habis. Dijamin anda akan ketagihan akan kelezatan makanan ini. Menikmati Mie Aceh dengan ritual ini memang sedikit merepotkan, tapi sensasi yang dihasilkan juga setimpal dengan perjuangan yang dilakukan. Terkadang memang sesuatu yang istimewa juga harus dilakukan dengan cara yang istimewa juga.

Selasa, 27 November 2012

Reza Zuhri

Sebelumnya Reza udah pernah dibahas dalam entri sebelumnya yang berjudul Personil GMC,tapi akan lebih dijelaskan secara rinci mengenai anak ini di entri ini :D
Kenapa harus Reza?kenapa tidak yang lainnya?Semua anggota GMC akan mendapat giliran tapi tidak sekarang dan Reza adalah orang yang paling spesial dan paling unik diantara kami semua :)

A.Pengenalan


Oke,namanya adalah Reza Zuhri,katanya sih Zuhri itu diambil karena dia lahir saat Dzuhur.Dia adalah orang yang paling sering kena ejek,kenapa?karena keautisannya--".Setiap hari,pagi,siang,sore ataupun malam pasti kalo kita ngobrol dengan dia ujung-ujungnya selalu mengarah ke arah B*KEP!!!

Makanya dia disebut Raja B*kep.Oh iya anak ini merupakan penggermar SMACK DOWN,Lionel Messi,dan Barcelona(Karbitan).Dulu pintar sekarang pemalas--".Orangnya baik,seru kalo untuk ngobrol dan enak untuk diejek :D.Tapi sedikit pelit.Gini-gini dia ahli karate dan kengfu,dan lumayan jagolah kalo berantam

B.Julukan


1.Tevez(Suku Tevez)

Kenapa disebut Tevez?karena dia gak punya leher kayak Tevez
2.Duli
Duli adalah ayah dia,sebenarnya dulu di kelas kami tidak mengejek nama orang tua namun gara-gara anak inilah akhirnya kami saling mengejek nama orang tua
3.Aisyah
Ibunya
4.Dukun
Gak jelas asal-usul kenapa disebut dukun
5.Autis
Udah jelas karena dia autis,kadang-kadang bicara gak jelas,tiba-tiba mukul orang,dll
6.Raja B*kep
Tentu karena dia adalah B*kep mania!!

Oke lihatlah beberapa foto-fotonya


Reza lagi ganteng :p
Bersama vespa kesayangan :)
Reza alay mode on
 


Reza autis mode on




Ada satu vidio tentang sedikit keautisan dari Reza Zuhri bersama Ahmad Faiz

Kamis, 22 November 2012

Tempat-tempat wisata di Banda Aceh



Bagi warga yang tinggal di Aceh terutama di Banda Aceh pasti sudah pada tahu objek-objek wisata yag berada di Banda Aceh.Dan bagi para pengunjuk blog yang tercinta ini yang tinggal diluar Aceh inilah beberapa objek wisata yang berada di Banda Aceh.
 :D


1. Masjid Baiturrahman

          Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.
           Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).
          Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.
2. Pinto Khop Banda Aceh


          Pinto Khop Bangunan pintu yang Dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri.
          Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga.
3. Gunongan


          Gunongan merupakan simbol dan kekuatan cinta Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya yang cantik jelita, Putri Phang (Putroe Phang) yang berasal dari Pahang, Malaysia. Alkisah, Putroe Phang sering merasa kesepian di tengah kesibukan sang suami sebagai kepala pemerintahan. Ia selalu teringat dengan kampung halamannya di Pahang. Sang suami memahami kegundahan permaisurinya.
          Untuk membahagiakan sang permaisuri, ia membangun sebuah gunung kecil (Gunongan) sebagai miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di Pahang. Setelah Gunongan selesai dibangun, betapa bahagianya sang permaisuri. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan bermain bersama dayang-dayang di sekitar Gunongan, sambil memanjatinya. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umara berhadapan dengan lokasi perkuburan serdadu Belanda (Kerkoff).
          Bangunan Gunongan tidak terlalu besar, bersegi enam, berbentuk seperti bunga dan bertingkat tiga dengan tingkat utamanya sebuah mahkota tiang yang berdiri tegak. Pada dindingnya ada sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu dalam keadaan terkunci. Dari lorong pintu itu ada sebuah tangga menuju ke tingkat tiga Gunongan.
4. Kapal Apung Lampulo


          Situs Kapal Apung Lampulo ini tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang Musibah Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh. Sebuah kapal yang terbawa Gelombang Tsunami dan terdampar di perumahan penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam.
           Monumen ini ada karena bencana tsnami bulan Desember tahun 2004,berada di Kampung Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kapal ini adalah salah satu dari dari kapal-kapal yang terdampar kedaratan pada saat terjadi bencana Tsunami beberapa waktu lalu. Hingga saat ini keberadaan kapal ini tetap dipertahankan sebagai obyek wisata untuk mengingat akan peristiwa tersebut, dan dijadikan salah satu situs Peringatan Tsunami.
5. Makam Sultan Iskandar Muda


          Makam Sultan Iskandar Muda merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh. Aceh pernah mengalami masa kejayaan, kala Sultan memerintah di Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1607-1636 ia mampu menempatkan kerajaan Islam Aceh di peringkat kelima di antara kerajaan terbesar Islam di dunia pada abad ke 16.
          Saat itu Banda Aceh yang merupakan pusat Kerajaan Aceh, menjadi kawasan bandar perniagaan yang ramai karena berhubungan dagang dengan dunia internasional, terutama kawasan Nusantara di mana Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal niaga asing untuk mengangkut hasil bumi Asia ke Eropa. Beliau bisa bertindak adil, bahkan terhadap anak kandungnya.
          Dikisahkan, Sultan memiliki dua orang putera/puteri. Salah satunya bernama Meurah Pupok yang gemar pacuan kuda.Tetapi buruk laku Meurah, dia tertangkap basah sedang berselingkuh dengan isteri orang. Yang menangkap sang suami, di rumahnya sendiri pula.
          Sang suami mencabut rencong, ditusukkannya ke tubuh sang isteri yang serong. Sang suami kemudian melaporkan langsung kepada Sultan, dan setelah itu di depan rajanya sang suami kemudian berharakiri (bunuh diri) Sultan, yang oleh rakyatnya dihormati sebagai raja bijaksana dan adil, jadi berang. Meurah Pupok disusulnya di gelanggang pacuan kuda dan dipancungnya (dibunuh) sendiri di depan umum. Maka timbullah ucapan kebanggaan orang Aceh: Adat bak Po Temeuruhoom, Hukom bak Syiah Kuala. Adat dipelihara Sultan Iskandar Muda, sedang pelaksanaan hukum atau agama di bawah pertimbangan Syiah Kuala. Murah Pupok dikuburkan di kompleks pekuburan tentara Belanda yang terkenal dengan nama “KerKhoff Peutjoet”.
6. Gerbang Peutjoet Kerkoff


          Gerbang Peutjoet Kerkoff .kata Kerkoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan kata Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.
           Pada relief dinding gerbang makam tertulis nama-nama serdadu Belanda yang meninggal dalam pertempuran dengan masyarakat Aceh (setiap relief ada 30 nama); daerah pertempuran, seperti di Sigli, Moekim, Tjot Basetoel, Lambari en Teunom, Kandang, Toeanko, Lambesoi, Koewala, Tjot Rang – Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang – Dango, dan Samalanga); dan tahun meninggal para serdadu (1873-1910). Sekitar 2200 tentara Belanda termasuk 4 jenderalnya sejak tahun 1883 hingga 1940an dikuburkan di sini. 
          Di antara para serdadu Belanda tersebut ada beberapa nama prajurit Marsose yang berasal dari Ambon, Manado dan Jawa. Para prajurit Marsose yang berasal dari Jawa ditandai dengan identitas IF (inlander fuselier) di belakang namanya, prajurit dari Ambon dengan tanda AMB, prajurit dari Manado dengan tanda MND, dan serdadu Belanda dengan tanda EF/ F. Art.
8. Taman Sari


           Taman Sari merupakan taman tempat bermain yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan lokasi yang berada tidak jauh dari Mesjid Raya Kota Banda Aceh, Taman Sari merupakan salah satu tempat paling favorit di Kota Banda Aceh dengan fasilitas yang tersedia antara lain : mempunyai taman yang luas dan tertata rapi dengan aneka permainan gratis bagi anak-anak dan juga tersedia hot spot gratis sehingga setiap orang dapat mengakses internet serta di dukung oleh bangunan gedung untuk menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.
9. Taman Wisata Krueng Aceh


            Taman Wisata Krueng Aceh Sungai yang membelah Kota Banda Aceh ini merupakan salah satu sungai yang cukup bersih untuk dijadikan sebagai objek wisata dengan konsep panorama aliran sungai dengan suasana tenang dan nyaman untuk melepas kepenatan. 
          Titik Lokasi Waterfront City di Kota Banda Aceh meliputi kawasan Gampong Keudah, Gampong Kuta Alam dan Kawasan Gampong Lamgugob, dengan sarana yang tersedia yaitu tempat rekreasi keluarga di titik Keudah dan Kuta Alam serta wisata air di jembatan lamnyong dan juga Sebagai pelengkap bagi pengunjung yang tidak hanya melepas kepenatan dapat memanfaatkan lokasi jogging track dekat jembatan Peunayong sebagai sarana olah raga ataupun tempat pembibitan benih tanaman di Kampung Bar.

10.Blang Padang

            Blang Padang merupakan sebuah lapangan seluas 8 hektare yang terletak di pusat Kota Banda Aceh. Di kawasan ini juga terdapat beberapa rumah dinas pejabat penting, sekolah dan perkantoran.
11.PLTD Kapal Apung

          Salah satu objek wisata di Tanah Rencong itu yakni PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Objek wisata itu berupa kapal besar di tengah kota yang memperlihatkan betapa dasyatnya terjangan air laut pada 24 Desember 2004.

12.Museum Tsunami

 

          Museum Tsunami sengaja dibangun oleh pemerintah untuk mengenang terjadinya bencana tsunami yang melanda wilayah Aceh dan Samudera Hindia tahun 2004. Museum yang dirancang oleh arsitek Indonesia ini bangunannya megah dan kokoh. Tempat ini sekaligus dijadikan pembelajaran dan evakuasi saat terjadi bencana. 
          Di museum ini memang disajikan rekam jejak tsunami dalam berbagai media seperti audiovisual, photo slide, foto-foto dan alat peraga tsunami.
Di luar museum, dapat kita temukan salah satu saksi bisu tsunami yaitu helikopter milik Polda yang tidak sempat terbang karena keburu disambar air laut



 




 

Rabu, 21 November 2012

SMPN 1 Banda Aceh

          Bisa dibilang ini adalah sekolah yang sama dengan sekolah-sekolah lainnya di Indonesia,saat ini mungkin sekolah ini tidak terlalu terkenal di Indonesia tapi untuk di Aceh sekolah ini adalah salah satu sekolah terfavorit di Aceh terutama di Banda Aceh berbagai penghargaan yang diterima oleh sekolah,guru,maupun siswa sudah tak terhitung lagi.Oke gak mungkin kan semua penghargaan-penghargaan itu disebutin satu persatu?Jadi di artikel ini tidak akan disebutkan
          Biasanya sekolah ini disingkat menjadi SPENXA,kenapa bukan SPENSA atau SPANSA?mungkin kata SPENXA terliat alay tapi memang itulah tujuannya.Bisa dibilang biar keren dan kami(SPENXA) ingin tampil berbeda dengan SMPN 1 yang berada di luar Banda Aceh.Biar lah kata SPENXA terlihat alay yang terpenting adalah kami berani tampil berbeda ketimbang yang lainnya
          Ya disekolah inilah awal dari kami(GMC) terbentuk,tepatnya saat kelas VII yaitu di VII-8.Disinilah awalnya tercipta dan segalanya terjadi berbagai kenangan indah yang tak terlupakan maupun kenangan pahit yang sulit dilupakan terjadi disini.Sekolah inilah saksi atas banyaknya waktu yang kami habiskan bersama,kata indah maupun luar biasa saja tidak cukup untuk menggambarkan mommen-mommen kami disini
          Kurang lebih 3 tahun kami berada disini,bukan waktu yang lama tapi juga bukan waktu yang sebentar,begitu banyak kisah yang tertulis dalam pikiran.Sekarang masa putih biru telah berlalu hanya kenangan dan tali silahturahmi yang tersisa namun itu lebih dari cukup
Oke lihatlah beberapa foto-foto SMPN 1 Banda Aceh yang sempat diabadikan ini :D


Tempat Satpam

SMPN 1 dari atas

Ketika acara simulasi kebakaran

Kantin



Kepala sekola beserta piala
Piala-piala ini adalah piala yang dikhususkan untuk yang mendapatkan ranking 1 dari setiap kelas.Sistem kasih piala mulai berlaku saat kelas 9 semester 1 tahun ajaran 2011/2012.Sebelumnya gak pernah--" 



Inilah tampilan depan SMPN 1,tapi ini kalo gak salah foto tahun 2010,kalo sekarang ditengah-tengah halaman itu dikasih kayak kolam kecil gitu

Lapangan


Ini gambaran lapangan sekolah kami,ada dua satu untuk basket satu lagi bebas untuk apa aja,dulu pohon-pohon masih jarang.Sekarang pohon-pohonnya yang banyak dan lebat juga membuat suasana lapangan sangat sejuk
Tampak depan SMPN 1(Bangunan sebelah kanan)

Foto diatas mungkin diambil tahun 2009an,soalnya kalo sekarang tampilan pagarnya lebih bagus

TB(Taman Baca)
  

Ini foto diambil pas baru-baru gedung SMPN 1 dibangun lagi pasca TSUNAMI,soalnya pepohonannya jarang-jarang dan tidak besar dan lebat seperti sekarang.Kalo yang sekarang pohon-pohonnya besar dan rindang,taman baca atau biasanya di singkat TB adalah tempat favorit siswa/i SMPN 1 B.aceh.Disini kita bisa duduk sambil membaca buku ataupun memakan jajanan yang dibeli dari kantin atau sekedar duduk-duduk saja




Ini adalah simbol khusus SMPN 1 banda aceh yang biasanya tertera di sebelah kiri bagian lengan dari baju SMPN ,simbol-simbol ini untuk membedakan antara kelas 7,8,dan 9.
Dulu waktu kami kelas 7 simbol merah adalah milik kami,simbol hijau milik kelas 8,dan sibol kuning milik kelas 9
Saat kami kelas 8 simbol merah tetap milik kami,simbol kuning milik kelas 7,dan simbol hijau milik kelas 9
Dan pas kelas 9 kami tetap memakai simbo; merah,sedangkan simbol kuning untuk kelas 8 dan simbol hijau untuk kelas 7
Jadi tiap ajaran baru simbol-simbol itu berbeda tingkatannya(semoga dapat dipahami)


Oke sekian saja mengenai SMPN 1 Banda Aceh,terimakasih telah sempat mampir dan membaca artikel ini :)